Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Wabup Bogor Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem, Tegaskan Komitmen Cegah Alih Fungsi Lahan

Muhammad Ali • Kamis, 29 Januari 2026 | 17:37 WIB
Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi saat dimintai keterangan Radar Bogor di Graha Pena, Kamis 29 Januari 2026.
Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi saat dimintai keterangan Radar Bogor di Graha Pena, Kamis 29 Januari 2026.

RADAR BOGOR – Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi yang akrab disapa Jaro Ade mengimbau masyarakat Kabupaten Bogor untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang belakangan kerap terjadi hampir sepanjang hari.

Menurutnya, intensitas hujan yang tidak menentu bahkan bisa berlangsung selama 24 jam sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra dari masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor terus melakukan pembenahan melalui sejumlah program strategis.

Salah satu fokus utama diarahkan pada dua poin penting, yakni kebersihan lingkungan dan gerakan menanam pohon.

“Menanam pohon ini berkaitan dengan visi membangun hutan kota. Hutan kota bisa ada di desa, kecamatan, sampai kabupaten. Karena kita butuh oksigen dan lingkungan yang sehat,” ujarnya, kepada Radar Bogor, 29 Januari 2026.

Selain itu, Pemkab Bogor juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, terutama dalam penataan ulang wilayah dan tata ruang agar tidak terjadi kesalahan pemanfaatan lahan.

Salah satu langkah konkret yang tengah dilakukan adalah kajian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di wilayah Cijeruk.

“Alih fungsi lahan itu tidak bisa hanya ditangani oleh Kabupaten Bogor, harus ada kesepakatan dan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat,” tegasnya.

Ia juga menyinggung hasil koordinasi dengan Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilaya II KPK yang beberapa waktu lalu berada di Kabupaten Bogor.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah persoalan alih fungsi lahan, khususnya pada area bekas tambang dan reklamasi yang regulasinya perlu segera diperbaiki.

“Banyak bangunan liar berdiri di kawasan taman nasional dan perkebunan, pemiliknya bahkan bukan warga Kabupaten Bogor, ini yang harus kita data dan tata bersama,” katanya.

Pendataan bangunan dan lahan bermasalah saat ini terus dilakukan hingga ke tingkat kecamatan untuk menghasilkan data yang akurat sebelum dilaporkan kepada Bupati Bogor.

Jaro Ade menambahkan, terdapat tiga kawasan gunung yang menjadi perhatian khusus Pemkab Bogor, yakni Gunung Sangabuana di wilayah timur, Gunung Gede Pangrango di wilayah selatan, serta Gunung Halimun Salak hingga wilayah barat Kabupaten Bogor.

“Tiga gunung ini harus kita jaga bersama, jangan sampai terjadi alih fungsi lahan dan pembangunan liar yang berpotensi menimbulkan bencana,” bebernya.

Ia juga menyampaikan keprihatinan atas maraknya bencana alam yang terjadi di berbagai daerah, termasuk di Jawa Barat.

Kabupaten Bogor sendiri, lanjutnya, juga terdampak bencana meski kecil namun tersebar di beberapa wilayah.

“Ke depan, yang paling penting adalah mitigasi bencana. Termasuk recovery bencana yang sampai sekarang belum sepenuhnya tuntas,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, normalisasi saluran air, sungai, dan irigasi menjadi program prioritas Pemkab Bogor.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah banjir sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Ia berharap pada tahun 2026, seiring dengan momentum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), program ketahanan pangan dapat menjadi prioritas di setiap kecamatan.

"Karena ini program yang digagas oleh Pak Presiden, masuk dalam asta cita," pungkasnya.cr1)

Editor : Alpin.
#wakil bupati bogor #cuaca ekstrim #kabupaten bogor