RADAR BOGOR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sedikitnya 77 titik terdampak bencana yang tersebar di sejumlah wilayah, titik-titik tersebut diantaranya di Kecamatan Sukamakmur, Tenjolaya, dan Megamendung.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, mengatakan di Kecamatan Sukamakmur terdapat satu titik utama pergerakan tanah.
Sementara di Kecamatan Tenjolaya, bencana serupa terjadi di dua desa, dan di Kecamatan Megamendung terjadi satu kejadian longsor yang berdampak pada satu unit rumah.
“Totalnya ada 77 titik yang diberikan bantuan,” katanya kepada Radar Bogor, Jumat 30 Januari 2026.
Untuk penanganan warga terdampak, BPBD mengusulkan bantuan hunian sementara selama enam bulan, bantuan tersebut berupa dana kontrakan rumah agar warga dapat segera meninggalkan lokasi rawan dan tinggal di tempat yang lebih aman.
“Yang pasti mereka harus kita selamatkan, mereka harus berhuni dengan kondisi yang nyaman, sehingga secepat mungkin bisa mencari hunian baru dengan cara mengontrak. Uang kontrakan itu, Pak Bupati minta hari ini juga bisa cair,” katanya.
Ade menjelaskan, selama masa jeda enam bulan tersebut, pemerintah daerah akan mencari solusi terbaik bagi warga terdampak.
Relokasi permanen menjadi salah satu opsi, namun bukan satu-satunya.
“Bisa juga misalnya diberikan uang untuk membangun rumah di lokasi lain, atau relokasi mandiri,” jelasnya.
Terkait dugaan penyebab pergerakan tanah akibat pembangunan perumahan di Sukamakmur, Ade menegaskan BPBD telah melakukan kajian sebelumnya bersama tim ahli geologi.
“Struktur tanahnya memang kurang stabil, ini juga kejadian yang berulang,” ucapnya.
Ia menambahkan, pergerakan tanah di lokasi tersebut sudah terjadi sebelumnya pada tahun 2024, dan kembali terjadi pada Agustus 2025 di titik yang sama. Karena itu, kajian dapat dilakukan dengan cepat.
Hasil kajian tersebut kemudian menjadi dasar pembahasan langkah lanjutan, termasuk opsi relokasi yang saat ini masih menunggu pembahasan lebih mendalam dan persetujuan warga.
“Ini harus dibahas lebih panjang, tapi salah satu yang kami usulkan ke Pak Bupati adalah bantuan uang kontrakan dulu,” pungkasnya.(cr1)
Editor : Alpin.