RADAR BOGOR - Setelah resmi mengantongi Surat Keputusan (SK) dari Kemenag Provinsi Jawa Barat pada 24 November 2025, Lembaga Amil Zakat (LAZ) atau LAZ Aisyah di bawah naungan Yayasan Aisyah Binti Abu Bakar Li Al-Dakwah akhirnya resmi dilaunching.
Launching LAZ Aisyah digelar di STAI Aisyah Binti Abu Bakar Li Al-Dakwah, Jalan Jami, Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Sabtu 31 Januari 2026.
Acara peresmian LAZ Aisyah berlangsung khidmat dan sarat makna. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembagian santunan kepada anak yatim, kemudian dilanjutkan Seminar Fikih Zakat bersama ulama asal Arab Saudi, Syekh Abdul Aziz Abdullah Bunais, dengan tema “Zakat: Penyuci Harta, Penguat Umat, Rahmat bagi Yatim”.
Santunan anak yatim diserahkan langsung oleh Ketua Yayasan Aisyah Binti Abu Bakar Li Al-Dakwah, Dr. Edi Suwanto, Lc., S.H., M.Pd., bersama tamu undangan, termasuk Syekh Abdul Aziz Abdullah Bunais.
Ketua LAZ Aisyah, Nur Rizka Aliyah, S.T., C.RiQ, menyampaikan bahwa salah satu fokus utama program LAZ Aisyah adalah membantu anak yatim dan kaum duafa, termasuk para janda yang membutuhkan dukungan kesejahteraan.
“Insya Allah, kami akan membantu dari sisi kesejahteraan. Sejalan dengan target pemerintah, kami ingin ikut berperan dalam upaya mensejahterakan masyarakat,” ujar Nur Rizka.
Ia menjelaskan, cakupan wilayah kerja LAZ Aisyah saat ini meliputi Kota dan Kabupaten Bogor, dengan prioritas utama lingkungan sekitar lembaga. Meski demikian, LAZ Aisyah tidak menutup kemungkinan menyalurkan bantuan ke luar wilayah Bogor.
“Utamanya lingkungan sekitar kami, itu nomor satu. Kedua Kota dan Kabupaten Bogor. Namun ke depan, jika memungkinkan, bantuan juga bisa kami salurkan ke luar Bogor,” tuturnya.
Selain program yatim dan duafa, LAZ Aisyah juga memiliki program bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang menjadi bagian dari program unggulan lembaga.
“Program induknya adalah yatim, duafa, dan janda. Dari situ nantinya akan berkembang ke program RTLH,” jelasnya.
Bagi masyarakat yang ingin mengajukan bantuan, Nur Rizka menyampaikan bahwa permohonan dapat diajukan langsung ke kantor LAZ Aisyah di Jalan Jami, Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.
Selain itu, masyarakat juga bisa menghubungi nomor 0812 9060 1927 atau mengirim pesan langsung melalui akun Instagram @aisyahafeksi.
“Setiap permohonan yang masuk akan kami verifikasi terlebih dahulu agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Aisyah Binti Abu Bakar Li Al-Dakwah Dr. Edi Suwanto, Lc., S.H., M.Pd. mengatakan, LAZ Aisyah berkomitmen untuk hadir sebagai lembaga yang amanah dan profesional dalam menyalurkan kebaikan para donatur kepada pihak yang benar-benar membutuhkan.
Ia menjelaskan, masih banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dan niat baik untuk berbagi, namun sering kali bingung harus menyalurkannya ke mana. Akibatnya, bantuan tidak tepat sasaran dan manfaatnya tidak maksimal.
“LAZ Aisyah ingin menjadi perantara kebaikan. Orang yang menunjukkan kepada kebaikan, pahalanya seperti orang yang melakukannya. Walaupun kami tidak selalu memberi secara langsung, menjadi penghubung antara donatur dan penerima manfaat juga merupakan amal besar,” ujar Edi Suwanto.
Fokus Program Lima Tahun ke Depan
Dalam lima tahun ke depan, LAZ Aisyah telah menyiapkan sejumlah program strategis. Fokus utamanya adalah mensejahterakan masyarakat kurang mampu, dengan keyakinan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari kemampuan membahagiakan orang lain, meski hanya sebagai perantara.
Selain itu, LAZ Aisyah berencana mendirikan panti asuhan yatim berbasis pendidikan. Panti ini tidak hanya memenuhi kebutuhan makan dan minum, tetapi juga menekankan pendidikan karakter, spiritual, dan keterampilan agar anak-anak yatim tumbuh menjadi generasi cerdas, mandiri, dan berdaya saing.
“Kami ingin anak-anak yatim ini kelak menjadi birokrat, teknokrat, dan pemimpin yang baik. Mereka tidak hanya keluar dari lingkar kemiskinan, tetapi juga tidak mengulangi ketimpangan yang pernah mereka alami,” jelasnya.
Pendampingan Hukum dan Pesantren Jompo
LAZ Aisyah juga akan menghadirkan pendampingan hukum bagi perempuan, khususnya mereka yang mengalami persoalan rumah tangga seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Minimnya pemahaman hukum sering membuat korban kebingungan dan tidak berani melapor.
Tak hanya itu, layanan bagi lansia juga menjadi perhatian melalui konsep pesantren jompo. Layanan ini tidak sebatas pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga pembinaan rohani, kesehatan, dan ibadah agar para lansia tetap merasa bermakna di masa senja, bukan merasa ditelantarkan.
Mencetak Muzaki Baru
Ke depan, LAZ Aisyah juga ingin melahirkan muzaki-muzaki baru, bukan sekadar penerima zakat. Melalui pendampingan ekonomi, pelatihan produksi, hingga pemasaran.
Penerima manfaat diharapkan bisa mandiri dan bertransformasi menjadi pemberi zakat. "Karena tangan yang di atas lebih baik dari pada tangan di bawah,” ungkapnya.
LAZ Aisyah pun membuka peluang kolaborasi dengan para dermawan dan pemilik aset untuk bersama-sama mengelola program sosial secara amanah dan berkelanjutan.
“Insya Allah, LAZ Aisyah siap menjadi kendaraan kebaikan, menghubungkan mereka yang ingin memberi dengan mereka yang membutuhkan,” pungkasnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin