Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Presiden Minta Penertiban Spanduk dan Baliho, Probowo: Kalau Saya Naik ke Hambalang, Spanduk, Spanduk, Spanduk

Muhammad Ali • Senin, 2 Februari 2026 | 14:46 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto saat menyampaikan Taklimat dalam Rakornas di ICC, Kabupaten Bogor, Senin 2 Februari 2026.
Presiden RI, Prabowo Subianto saat menyampaikan Taklimat dalam Rakornas di ICC, Kabupaten Bogor, Senin 2 Februari 2026.

RADAR BOGOR — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penataan ruang publik dan penertiban spanduk serta baliho iklan yang dinilai sudah terlalu berlebihan di berbagai daerah.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan Taklimat dalam Rakornas di SICC, Kabupaten Bogor, Senin 2 Februari 2026.

Prabowo menilai, maraknya spanduk dan baliho berukuran besar tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga mengurangi daya tarik daerah, khususnya bagi wisatawan.

"Dalam rangka Indonesia Asri, terus terang saja saya minta kepada pemerintah tolong tertibkan iklan iklan spanduk spanduk, terlalu hanyak," ujarnya, Senin 2 Februari 2026.

Ia mencontohkan kondisi visual kota di sejumlah daerah yang dinilainya hampir tidak memiliki perbedaan akibat dominasi spanduk dan baliho di ruang publik.

"Kalau saya ke Balikpapan dan saya ke Banjarmasin hampir nggak berbeda. Spanduk-spanduk, spanduk-spanduk, kalau saya naik ke Hambalang, spanduk, spanduk, spanduk," ungkapnya.

Presiden bahkan menyoroti spanduk iklan usaha kecil yang dinilai tidak perlu dibuat berukuran besar dan mencolok. Menurutnya, promosi yang berlebihan justru merusak keindahan kota.

"Ayam goreng pesen satu dapat 1 free (gimmick spanduk terpampang), kenapa harus besar besar sih? Turis datang nggak mau lihat spanduk," katanya.

Secara khusus, Presiden menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor yang menurutnya memiliki nilai historis dan keindahan tersendiri.

Dia mengingatkan bahwa Bogor pernah dikenal sebagai salah satu kota terindah di Indonesia.

"Bung Karno lebih senang di Bogor dari pada Jakarta, dari dulu aku pengin tinggal di Bogor, akhirnya jadi presiden ya tinggal di Bogor," tuturnya.

Presiden pun meminta pemerintah daerah untuk tidak bersikap represif, melainkan mengedepankan pendekatan dialogis dengan para pelaku usaha dan asosiasi bisnis.

“Saudara saudara terlalu banyak spanduk baliho iklan, tolong ditertibkan. Ajak bicara pengusaha, Kadin, HIPMI, asosiasi pengusaha, bicara sama mereka," imbuhnya.

Selain baliho dan spanduk, Presiden juga menyinggung persoalan kabel-kabel listrik yang semrawut di sejumlah ruas jalan protokol. Ia menilai kondisi tersebut turut merusak wajah kota dan harus segera dibenahi.

"Kabel kabel listrik itu seliweran, semrawut. Kalau mau buka usaha, silahkan, tapi bagian depannya yang sopan, ini untuk kita semua,” pungkasnya..

Arahan tersebut diharapkan menjadi perhatian serius bagi pemerintah pusat dan daerah dalam upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang tertata, indah, dan nyaman, sejalan dengan visi Indonesia Asri.(cr1)

Editor : Alpin.
#spanduk #prabowo #hambalang