Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sampah Masih Berserakan di Sukaraja, DLH Kabupaten Bogor Tekankan Tanggung Jawab Bersama

Muhammad Ali • Selasa, 3 Februari 2026 | 22:05 WIB
Kondisi sampah yang berserakan di sepanjang Jalan Sukaraja, Kabupaten Bogor hingga perbatasan Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Selasa, 3 Februari 2026.
Kondisi sampah yang berserakan di sepanjang Jalan Sukaraja, Kabupaten Bogor hingga perbatasan Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Selasa, 3 Februari 2026.

RADAR BOGOR – Sampah masih berserakan di sepanjang jalan di wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor hingga perbatasan Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Pantauan Radar Bogor, tumpukan sampah terlihat di pinggir jalan dan bahkan meluber ke tengah badan jalan. Kondisi tersebut kerap menimbulkan bau menyengat, terutama saat hujan atau angin kencang, sehingga mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan warga sekitar.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah. Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

“Sampah ini berkali-kali saya sampaikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, masyarakat juga dituntut tanggung jawabnya,” ujar Teuku Mulya kepada Radar Bogor, Selasa, 3 Februari 2026.

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah harus dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat rumah tangga hingga pemerintah daerah. Praktik pembuangan sampah sembarangan, terutama di pinggir jalan, dinilai memperparah kondisi lingkungan dan berpotensi menimbulkan dampak serius.

“Selain jorok dan tidak sedap dipandang, sampah juga bisa menyebabkan banjir serta berbagai dampak buruk lainnya bagi kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Teuku mengimbau masyarakat agar mulai membangun mekanisme pengolahan sampah yang baik sejak dari sumbernya. Pengelolaan tersebut diharapkan melibatkan seluruh unsur, mulai dari rumah tangga, RT, RW, Pemerintah Desa hingga Kecamatan, dengan dukungan pemerintah daerah dan para pegiat lingkungan.

“Ini harus duduk bersama antara masyarakat, pemerintah desa, kecamatan, pemerintah daerah, serta komponen-komponen masyarakat lainnya agar persoalan sampah bisa diselesaikan bersama,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan keuangan desa untuk memperkuat kapasitas desa dalam pengolahan sampah. Ke depan, DLH juga mendorong adanya pendampingan, petunjuk pelaksanaan teknis, serta tata cara pengolahan sampah yang terarah.

“Supaya sampah bisa dikelola sejak dari hulunya, memang ini soal perilaku dan butuh waktu, tapi harus dimulai dari sekarang,” ucapnya.

Terkait tindak lanjut atas sampah yang berserakan di jalan Sukaraja, Teuku menyatakan akan melakukan penanganan. Namun demikian, keterbatasan armada dan tempat pembuangan menjadi tantangan tersendiri.

“Kita akan coba bereskan, tetapi tidak mungkin setiap hari DLH membersihkan kalau masyarakat terus membuang sampah sembarangan, armada dan fasilitas kita terbatas,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan bersama, termasuk peran aktif aparat desa dan kecamatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, serta memberikan teguran bagi pelanggar.

“Yang terpenting semua pihak harus aware, jangan sampai persoalan sampah ini menimbulkan konflik. Pendekatannya harus dialog dan musyawarah,” pungkasnya.(Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
#sukaraja #DLH #sampah #kabupaten bogor