Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Warga Puncak Cisarua Diduga Jadi Korban TPPO ke China Tiba di Bogor, Akhirnya Kembali Berkumpul Bersama Keluarga

Abilly Muhamad • Rabu, 4 Februari 2026 | 05:10 WIB
Korban bersama keluarga dan kuasa hukum tiba di Polres Bogor.
Korban bersama keluarga dan kuasa hukum tiba di Polres Bogor.

‎RADAR BOGOR - Seorang warga Kampung Muara, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor, MA (22) diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ke China.

‎Ketua Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) Muhsin menjelaskan, peristiwa bermula saat korban bernama MA dirayu dan dijanjikan oleh seseorang melalui sebuah agensi.

‎"Ini memang korban perdagangan yang dirayu, yang dibujuk oleh seseorang melalui berupa sebuah agensi," ujar Muhsin kepada Radar Bogor, Selasa, 3 Februari 2026.

Saat korban dirayu, menurutnya, seseorang dari agensi itu merayu dengan iming-iming hidup enak dan dinikahkan oleh Warga Negara Asing (WNA) asal China.

Baca Juga: Warga Jonggol Kabupaten Bogor Diduga Tenggelam di Sungai Cipamingkis saat Mencari Besi

‎"Memang dia itu, jaringan operasionalnya dia menggunakan jaringan ke daerah-daerah yang mencari gadis-gadis, memang ada keluguan dan dijanjikan mereka akan diberikan janji yang sangat menggiurkan," jelas Muhsin.

‎"Dia akan diberikan rumah, terus mobil juga dan dijanjikan dengan materi-materi yang membujuk supaya mau ke China," sambungnya.

‎Sehingga, kata dia, korban masuk dalam rayuan seorang dari agensi dan ikut pergi ke China selama satu tahun.

‎"Itu satu tahun dari mulai Februari sampai ketemu Februari lagi, Februari 2025 - Februari 2026," katanya.

Baca Juga: Aliran Deras, Pencarian Bocah yang Hanyut di Sungai Cisadane Kota Bogor Dihentikan Sementara

‎Saat berada di China, kata dia, korban mendapat perlakuan buruk dari suaminya.

‎"Sehingga mau mengikuti dan di sana diperlakukan yang kurang baik oleh warga negara asing," tutur dia.

‎Bahkan, kata dia, kekerasan yang dilakukan kepada korban saat di China dialami selama 4 bulan membuatnya terancamdia. ‎Muhsin menyampaikan ketika menjadi korban langsung mencoba menghubungi keluarga.

‎"Di sana (korban) 1 tahun dan kita pun berjuang, di dalam berupaya untuk kembali lagi ke Indonesia itu 3 bulan," ucap Muhsin.

Baca Juga: Jalan Sehat di Grand Opening Jogging Track Setu Lebak Wangi Parung Bogor Dibuka untuk Umum, hanya Bayar Rp5 Ribu

‎Akhirnya, kata dia, setelah mengalami kekerasan di sana korban berhasil kembali ke Indonesia pada 3 Februari 2026.

‎"Kedatangan dari bandara jam 13 sampai di sini, alhamdulillah kita dalam melakukan sebuah proses BAP hampir 7 jam, kedatangan korban ini kita memang dalam perjuangan yang cukup panjang," terangnya.

‎Dari kejadian itu, Muhsin menyampaikan terimakasih ke Polres Bogor, Bupati Bogor karena telah membantu korban bisa kembali kepada kelurga.

‎"Allhamdulillah sekarang sudah sampai di Bogor dan berkumpul lagi dengan kedua orang tua bapak dan ibunya," pungkasnya.(abl)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #puncak #china #tppo