RADAR BOGOR - Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan, pembangunan daerah harus dilakukan dengan ketulusan dan kepedulian, bukan sekadar slogan.
Hal itu Bupati Bogor, Rudy Susmanto sampaikan saat menyoroti keberadaan Monumen Helikopter SA-330 PUMA di Kabupaten Bogor yang dinilainya sarat nilai sejarah sekaligus menjadi identitas strategis wilayah tersebut.
Rudy menyampaikan, pengelolaan pembangunan harus berangkat dari rasa cinta terhadap daerah.
Menurutnya, ketika seseorang benar-benar peduli, maka ia akan berupaya memberikan yang terbaik dan memperbaiki segala kekurangan.
“Yang kurang baik harus kita benahi bersama,” ujarnya.
Ia juga menyoroti, keberadaan monumen Helikopter SA-330 PUMA yang diresmikan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subianto.
Monumen itu, kata Rudy, bukan sekadar penanda alat utama sistem persenjataan (alutsista), melainkan simbol potensi besar yang dimiliki Kabupaten Bogor.
Rudy menyebut, wilayahnya layak dijuluki the home of chopper atau rumah helikopter Indonesia karena keberadaan Lanud Atang Sendjaja yang menjadi markas skuadron helikopter terbesar di Tanah Air.
“Lanud Atang Sendjaja ada di Kabupaten Bogor. Di situlah pusat helikopter terbesar Indonesia,” katanya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah kemudian berkoordinasi dengan Komandan Lanud Atang Sendjaja untuk mencari helikopter bersejarah yang telah menyelesaikan masa tugasnya.
Danlanud Atang Sendjaja, Marsma TNI A. Ferdinand Picaulima, disebut mengungkapkan bahwa Helikopter SA-330 PUMA memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai operasi, mulai dari konflik di Aceh, misi militer, pengiriman pasukan, distribusi logistik saat bencana, hingga pengangkutan Tugu Kujang di Kota Bogor.
Atas dasar itu, pemerintah daerah mengajukan permohonan kepada Kepala Staf TNI AU dan Panglima TNI agar helikopter tersebut dapat menjadi monumen.
Rudy menegaskan, helikopter itu bukan sekadar benda mati.
“Di baliknya ada perjuangan manusia, tetapi juga ada alat yang ikut mengisi sejarah kemerdekaan bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika diperhatikan dari dekat, badan helikopter tersebut masih menyisakan bekas tambalan logam yang menjadi saksi bahwa pesawat itu pernah beberapa kali terkena tembakan saat menjalankan tugas.
Menurut Bupati Bogor Rudy Susmanto, pada akhir masa pengabdian, helikopter tersebut layak mendapatkan tempat terhormat agar generasi muda dapat memahami sejarah perjuangan bangsa.
Monumen itu diharapkan menjadi sarana edukasi publik, khususnya bagi anak-anak muda, bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui pengorbanan besar, bukan hanya keringat, tetapi juga darah, air mata, dan nyawa para pejuang. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim