Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Putra Jenderal Hoegeng dan Eyang Meriyati: Ibu Bapak Selalu Mengajarkan Kesederhanaan

Abilly Muhamad • Rabu, 4 Februari 2026 | 15:16 WIB

Tabur bunga di pemakamn Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Kabupaten Bogor.
Tabur bunga di pemakamn Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Kabupaten Bogor.


RADAR BOGOR - Aditya Sutanto Hoegeng anak Ibu Meriyati dan Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso membagikan kisah ibunda dalam mendidik anak.

‎Aditya Sutanto menyampaikan, semasa hidup Ibunda Meriyati merupakan seorang penyabar dalam mendidik anak tidak pernah menggunakan kekerasan.

‎"Ibu adalah seorang yang penyabar dalam mendidik kita anak-anak itu tidak pernah sekalipun mempergunakan tangan. Tapi kata-katanya, nasehatnya itu yang sangat dalam buat kita," kata Aditya kepada Radar Bogor, Rabu 4 Februari 2026.

Baca Juga: Proses Lelang Trase Baru Batutulis Kota Bogor Lambat, Layanan Masyarakat Terganggu

‎Aditya menyebut bahwa, Ibunda dan sang ayah selalu berpesan agar tidak memanfaatkan fasilitas dinas dan selalu hidup dalam kesederhanaan.

‎"Kita tidak pernah merasakan fasilitas tidak boleh mempergunakan fasilitas dinas dan itu semua ayah sampaikan ke ibu, ibu turunkan ke kami. Allhamdulillah kami bisa menjalani semua itu dengan baik," jelas dia.

‎Kata Adit, dibalik ayah yang hebat terdapat Ibunda yang hebat dalam memberikan nasehat kepada ayah maupun anak-anaknya.

Baca Juga: PokePark Kanto Resmi Dibuka di Tokyo, Nostalgia Dunia Pokemon Jadi Nyata

‎"Dibelakang orang yang kuat seperti almarhum terdapat orang yang hebat, yaitu Ibu Meriyati Hoegeng," ujar dia.

‎Aditya menyampaikan ketika sang ibu mendapatkan penganugerahan bintang bhayangkara pratama dari Pemerintah Indonesia itu bukan keinginan keluarga, namun sebagai bukti bahwa kepedulian ibu sangat diakui oleh masyarakat.

‎"Soal menerima bintang jasa itu tentunya dengan melalui satu pertimbangan dan kami keluarga juga tidak sedikit pun mendorong untuk mendapatkan, itu semuanya diakui oleh masyarakat. Jadi dinilai oleh masyarakat sendiri bukan kami. Kami hanya menjalani apa yang disampaikan oleh almarhum bapak dan diteruskan oleh ibu," pungkasnya.(abl)

Editor : Alpin.
#hoegeng #Hoegeng Iman Santoso #Eyang Meriyati