RADAR BOGOR – Pencarian terhadap seorang lansia warga Kampung Kukun, Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, yang diduga tenggelam di Sungai Cipamingkis, masih terus dilakukan hingga Rabu, 4 Februari 2026.
Ketua RT Kampung Kukun, Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Siti Aisyah (52), mengungkapkan kronologi hilangnya Odin (67), warga setempat yang diduga tenggelam di aliran Sungai Cipamingkis pada Selasa, 3 Februari 2026.
Menurutnya, peristiwa bermula pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, korban berpamitan kepada istrinya dengan memberikan uang sebesar Rp150 ribu.
“Pagi-pagi dia ngasih uang ke istrinya, berpakaian hanya pakai celana jeans pendek tanpa baju, lalu pergi. Istrinya sempat bilang jangan ke mana-mana,” ujarnya kepada Radar Bogor saat ditemui di lokasi pencarian, Rabu 4 Februari 2026.
Ia mengatakan, istri korban mengira Odin hanya akan melakukan aktivitas ringan, seperti mengangkut batu atau mencari barang bekas, sebagaimana kebiasaan sehari-harinya.
Namun, hingga waktu salat Zuhur sekitar pukul 12.00 WIB, korban tak kunjung pulang.
Kekhawatiran keluarga semakin meningkat hingga sore hari. Sekitar pukul 17.00 WIB, keponakan korban bernama Munawir Sajali mulai melakukan penelusuran ke sekitar sungai.
Dari pencarian tersebut, seorang warga menemukan sepasang sandal di bantaran Sungai Cipamingkis yang kemudian diakui pihak keluarga sebagai milik korban.
Aisyah mengaku baru mengetahui kabar hilangnya korban pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB, setelah menerima telepon dari anak korban, Maya Angraini, yang menyampaikan bahwa ayahnya sejak pagi belum pulang ke rumah.
“Begitu saya tahu, saya langsung keluar dan lapor ke warga serta aparat desa. Kami sepakat untuk melapor secara resmi karena diduga hilangnya di bantaran Sungai Cipamingkis,” ungkapnya.
Tak lama setelah laporan diteruskan, bantuan dari berbagai unsur langsung berdatangan. Sekitar 15 menit kemudian, tim gabungan dari Basarnas, Damkar, Destana, TRC BPBD, aparat desa, RT/RW, kepala dusun, relawan, serta masyarakat turun ke lokasi untuk melakukan pencarian.
Ia menjelaskan, sehari-hari korban bekerja serabutan dengan mencari besi tua, plastik, atau barang-barang hanyut di sungai untuk dijual kembali.
Korban juga kerap turun ke sungai untuk mencari ikan di sela-sela batu.
“Dia memang sering ke sungai. Bahkan tiga hari sebelum kejadian saya sempat mengingatkan agar jangan sering ke sungai karena cuacanya lagi ekstrem, takut banjir dadakan. Tapi ya namanya orang tua, tetap ingin kerja,” tuturnya.
Ia menambahkan, korban diketahui membawa linggis saat pergi ke sungai pada pagi hari tersebut.
Hingga kini, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban selain sepasang sandal yang telah diakui keluarga sebagai milik Odin.
"Harapannya bisa diketemukan secepatnya, kita berdoa semoga cepat diketemukan Kasian keluarganya," pungkasnya.(cr1)
Editor : Alpin.