RADAR BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor memperkuat pemantauan alam dan pengembangan ekonomi lokal melalui Pusat Informasi Geologi Geopark Halimun Salak.
Fasilitas ini tidak hanya memantau aktivitas vulkanik, tetapi juga mendukung konservasi dan pemberdayaan masyarakat sekitar.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menjelaskan, selain Command Center 112, terdapat juga Pusat Informasi Geologi Geopark Halimun Salak yang berfungsi untuk memantau berbagai aktivitas di wilayah tersebut.
Fasilitas ini, dilengkapi dengan pos pemantau Taman Nasional Gunung Halimun Salak, yang berada di tengah wilayah Kabupaten Bogor yang dikelilingi oleh beberapa gunung.
Menurut Rudy Susmanto, pemantauan ini tidak hanya fokus pada aktivitas vulkanik, tetapi juga pada pengembangan geopark agar masyarakat sekitar bisa memanfaatkan potensi ekonomi tanpa merusak lingkungan.
Beberapa warga dilibatkan untuk menjaga kelestarian konservasi dan memasarkan produk UMKM mereka melalui pos pemantau tersebut.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menambahkan, wilayah Kabupaten Bogor memiliki jaringan gunung yang luas, mulai dari Gunung Gede, Gunung Gede Pangrango, hingga Gunung Salak, serta beberapa kawasan konservasi.
Karena luasnya wilayah ini, pemantauan secara manual akan memakan waktu lama, sehingga sistem terintegrasi di Command Center menjadi sangat penting.
Sistem ini memungkinkan pemantauan seluruh wilayah Kabupaten Bogor secara cepat dan efisien.
Selain berfungsi untuk pemerintah, fasilitas ini juga terbuka bagi masyarakat umum.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyebutkan, Pos Pemantau Taman Siliwangi dirancang agar pengunjung bisa bersantai sekaligus memperoleh edukasi mengenai alam dan konservasi.
Masyarakat juga bisa melakukan berbagai aktivitas sosial dan ekonomi, termasuk mendukung pengembangan UMKM lokal.
Semua informasi dan data yang tersedia di pos pemantau dapat diakses oleh publik secara transparan.
Dengan inovasi ini, Bupati Bogor, Rudy Susmanto berharap, masyarakat dapat lebih dekat dengan alam, mendapatkan edukasi, serta merasakan manfaat ekonomi dari keberadaan taman nasional dan geopark tanpa merusak lingkungan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim