RADAR BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor terus melakukan penataan kawasan jalan raya Jakarta–Bogor, mulai dari perbatasan Kota Bogor hingga Flyover Cibinong.
Penataan ini tidak hanya menyasar pedagang kaki lima (PKL), tetapi juga mendorong pengembangan UMKM tanaman hias yang kini menjadi daya tarik tersendiri di sepanjang jalur tersebut.
Sejak Rudy Susmanto menjabat sebagai Bupati Bogor, sejumlah perubahan terlihat nyata, termasuk pengaturan lapak PKL di beberapa titik, revitalisasi pasar, serta penghijauan kawasan Cisarua dengan penanaman pepohonan.
Upaya tersebut membuat suasana perjalanan di Kabupaten Bogor terasa lebih nyaman, rapi, dan hijau.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menilai, penataan kawasan dilakukan melalui pendekatan dialog dan kolaborasi bersama para pedagang.
Rudy menyebutkan, para pelaku usaha yang sebelumnya kerap melakukan aksi protes kini justru menunjukkan kepercayaan kepada pemerintah daerah setelah dilakukan penataan bersama.
"Tiap hari (PKL) tadinya demo ke saya," ungkap Rudy Susmanto.
Menurutnya, penertiban yang disertai solusi membuat aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa mengganggu pengguna jalan, sementara masyarakat tetap bisa menikmati keindahan tanaman hias sekaligus berbagai produk UMKM yang dipasarkan di lokasi tersebut.
Selain sentra tanaman hias, kata Rudy, Kabupaten Bogor juga memiliki pusat industri kecil lainnya, salah satunya sentra pengrajin sepatu di Kecamatan Tamansari.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan, meskipun masuk kategori UMKM, kualitas sepatu produksi lokal dinilai mampu bersaing bahkan melampaui produk impor.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan, keberadaan sentra-sentra UMKM tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menggerakkan perekonomian masyarakat serta memperkuat identitas produk unggulan Kabupaten Bogor. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim