Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dorong UMKM Naik Kelas, Anggota DPR RI Asep Wahyuwijaya Tekankan Pentingnya Literasi Digital di Bogor

Lucky Lukman Nul Hakim • Minggu, 8 Februari 2026 | 17:32 WIB
Anggota DPR RI, Asep Wahyuwijaya bersama pelaku UMKM di Aula Kampung Febri, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Minggu (8/2/2026).
Anggota DPR RI, Asep Wahyuwijaya bersama pelaku UMKM di Aula Kampung Febri, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Minggu (8/2/2026).

RADAR BOGOR - Anggota DPR RI, Asep Wahyuwijaya menegaskan bahwa penguatan literasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi faktor krusial dalam meningkatkan daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan usaha di era transformasi ekonomi digital yang semakin pesat.

Hal tersebut disampaikan Asep dalam kegiatan Sosialisasi Literasi Digital UMKM yang digelar bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) di Aula Kampung Febri, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Minggu (8/2/2026).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Asep Wahyuwijaya selaku Anggota Komisi VI DPR RI, Dodi Dermawan mantan Ketua Forum UMKM Kabupaten Bogor, serta Suhendar sebagai perwakilan dari BSI.

Dalam pemaparannya, kang AW (sapaan Asep Wahyuwijaya) menilai, proses digitalisasi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama bagi UMKM agar mampu bertahan sekaligus berkembang.

Kang AW menyebutkan, banyak pelaku usaha yang beralih ke platform digital terbukti mampu meningkatkan omzet secara signifikan, bahkan hingga mencapai 50 persen, seiring terbukanya peluang ekonomi digital dan semakin luasnya akses internet di masyarakat.

Legislator Partai NasDem dari Daerah Pemilihan Jawa Barat V (Kabupaten Bogor) itu juga menyampaikan, apresiasi kepada Bank Syariah Indonesia yang dinilai aktif hadir di tengah masyarakat serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan UMKM.

Menurutnya, sebagai wakil rakyat, dirinya memiliki tanggung jawab untuk terus mendorong terciptanya kolaborasi antara pemerintah, sektor usaha, dan masyarakat agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara merata.

“Penting dilakukan kolaborasi agar UMKM mendapatkan dampak positif dari digitalisasi, selain itu mampu berkembang dengan berkelanjutan,” ujar kang AW.

Sementara itu, Dodi Dermawan yang dikenal sebagai penggiat UMKM menekankan bahwa kesiapan pelaku usaha menjadi kunci dalam memasuki ekosistem digital.

Ia mengingatkan agar UMKM terlebih dahulu memperkuat fondasi bisnis, mulai dari kualitas produk, strategi promosi, penentuan harga, hingga pemilihan saluran pemasaran yang tepat, sehingga penerapan digitalisasi dapat berjalan optimal.

Di sisi lain, perwakilan BSI menyampaikan komitmen institusinya dalam mendukung pertumbuhan UMKM melalui layanan keuangan digital serta pembiayaan syariah yang inklusif.

Dalam kesempatan tersebut, BSI turut memperkenalkan sejumlah produk, seperti aplikasi BYOND by BSI, Tabungan Emas, serta fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai solusi keuangan yang dirancang untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan efisiensi transaksi, mengelola keuangan dengan lebih baik, serta memperluas akses permodalan secara aman dan mudah.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif para pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor.

Pada sesi diskusi, peserta menyampaikan beragam persoalan yang kerap dihadapi, mulai dari keterbatasan akses pembiayaan, pengelolaan keuangan usaha, hingga tantangan dalam mengembangkan bisnis di tengah persaingan pasar.

Melalui kegiatan tersebut, Asep berharap literasi digital dapat menjadi investasi jangka panjang bagi UMKM nasional.

“UMKM tidak hanya harus mampu bertahan, tetapi juga tumbuh dan memiliki daya saing. Dengan literasi digital yang kuat serta dukungan berbagai pihak, UMKM Indonesia bisa naik kelas dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional yang inklusif,” pungkasnya. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bogor #umkm #Asep Wahyuwijaya #literasi digital UMKM