Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hadapi Hoaks di Era Digital, Pers Mahasiswa INAIS Bogor Diperkuat Lewat Dialog Interaktif

Siti Dewi Yanti • Minggu, 8 Februari 2026 | 18:34 WIB
Pemateri dan perwakilan Mahasiswa INAIS berfoto di akhir acara.
Pemateri dan perwakilan Mahasiswa INAIS berfoto di akhir acara.

RADAR BOGOR - Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap disusupi disinformasi dan hoaks, peran pers mahasiswa dinilai semakin krusial.

Menyikapi kondisi tersebut, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Sahid (INAIS), Pamijahan, Kabupaten Bogor menggelar Dialog Interaktif bertajuk “Menguatkan Peran Pers Mahasiswa di Tengah Arus Informasi Digital: Melawan Hoaks, Menjaga Objektivitas” pada Sabtu, 7 Februari 2026 di Aula Bale Edi Raya INAIS.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Muhidin Susanto selaku Kepala Tim Pengembangan Aplikasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor, serta Lucky Lukman Nul Hakim, Pemimpin Redaksi Online Radar Bogor.

Keduanya dihadirkan untuk memberikan sudut pandang yang komprehensif kepada mahasiswa mengenai dunia pers di era digital.

Dalam pemaparannya, para narasumber mengulas berbagai tantangan, peluang, hingga tanggung jawab pers mahasiswa dalam menjaga independensi, objektivitas, serta etika jurnalistik di tengah derasnya perkembangan teknologi.

Ketua DEMA INAIS, Reza Rizki Hermawan menyampaikan, dialog interaktif ini menjadi ruang refleksi sekaligus upaya penguatan kapasitas bagi insan pers mahasiswa di lingkungan kampus.

“Pers mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi kontrol sosial dan sarana pendidikan publik di kampus,” ungkapnya.

Sementara itu, Muhidin Susanto menekankan pentingnya literasi media, proses verifikasi informasi, serta keberanian dalam menyuarakan kebenaran secara bertanggung jawab.

Ia mengingatkan, cepatnya arus informasi di media sosial tidak boleh menggerus prinsip-prinsip jurnalistik.

“AI make you easier, but AI not make you smarter,” ujarnya.

Ia menegaskan, kecerdasan buatan hanya alat bantu, bukan pengganti daya kritis seorang jurnalis.

Dari perspektif praktisi media, Lucky Lukman Nul Hakim turut mengulas kesiapan mental yang harus dimiliki mahasiswa yang ingin terjun ke dunia pers.

Ia menekankan, keberanian, integritas, serta niat untuk melayani masyarakat menjadi fondasi utama seorang jurnalis.

“Ketika memilih menjadi pers, mental harus kuat, berani menyuarakan kebenaran, dan diniatkan untuk membantu masyarakat,” tuturnya.

Dialog berlangsung dinamis dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan mahasiswa serta alumni.

Sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari tantangan kebebasan pers, tekanan di ruang digital, hingga strategi menjaga kredibilitas media mahasiswa di tengah persaingan informasi.

Melalui kegiatan tersebut, Ketua Pelaksana Padlan Nastiar berharap, pers mahasiswa INAIS semakin solid, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

Ia juga menegaskan pentingnya peran pers mahasiswa sebagai garda terdepan dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mampu mencerdaskan publik kampus. (*)

Penulis : Namas Nur Hikmah (Mahasiswa INAIS)

Editor : Siti Dewi Yanti
#pers #Institut agama islam sahid #bogor #jurnalistik #Lucky Lukman Nul Hakim #INAIS