Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Soal Penolakan Warga Terhadap Pembangunan Gedung FIF, Camat Gunung Putri Sebut Sudah Ada Izinnya

Muhammad Ali • Senin, 9 Februari 2026 | 19:35 WIB
Camat Gunung Putri saat dimintai keterangan oleh Radar Bogor, Senin 9 Februari 2026.
Camat Gunung Putri saat dimintai keterangan oleh Radar Bogor, Senin 9 Februari 2026.

RADAR BOGOR — Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, angkat bicara terkait penolakan warga terhadap pembangunan gedung milik FIF Group di kawasan Cibubur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Rencana pembangunan Gedung FIF tersebut belakangan memicu aksi unjuk rasa warga.

Kurnia Indra menjelaskan bahwa dari sisi administrasi dan perizinan, pembangunan gedung FIF tersebut telah mengantongi izin lengkap dari pemerintah daerah.

Camat menegaskan, bangunan itu berdiri di atas lahan yang memang diperuntukkan sebagai kawasan komersial.

“Kalau dari perizinan, FIF sudah ada izinnya, sudah ada Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dan lahannya memang berada di area komersial,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar Bogor, Senin 9 Februari 2026.

Meski demikian, Kurnia menilai keberatan yang disampaikan warga merupakan hal yang wajar. Menurutnya, dalam polemik ini tidak bisa serta-merta menyalahkan salah satu pihak.

“Kalau dibilang salah, sebenarnya tidak ada yang salah. FIF tidak salah karena izinnya lengkap, warga juga tidak salah karena menyampaikan keberatan,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa upaya musyawarah sebenarnya telah beberapa kali dilakukan, baik di tingkat desa maupun dengan melibatkan pengembang kawasan.

Namun hingga kini belum ditemukan titik temu karena warga tetap menyampaikan penolakan meski perizinan proyek telah diterbitkan.

“Musyawarah sudah beberapa kali dilakukan, developer juga sudah turun. Tapi memang belum ketemu, karena warga masih keberatan, sementara PBG-nya sudah keluar,” ungkapnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Gunung Putri menyatakan akan berupaya menjadi penengah antara pihak pengembang dan warga terdampak guna mencari solusi terbaik.

“Dari masyarakat maunya apa, dari developer bagaimana, mau atau tidaknya seperti apa, itu yang akan kita komunikasikan,” jelasnya.

Terkait rencana musyawarah lanjutan, Kurnia mengaku belum dapat memastikan waktu pelaksanaannya karena agenda kegiatan yang cukup padat.

Namun ia menegaskan pemerintah tetap berupaya mencari jalan tengah agar polemik tidak berlarut-larut.

“Saya juga bingung kalau sudah ramai seperti ini, karena dari sisi perizinan sudah benar, tapi tetap harus dicari solusi bersama,” pungkasnya.(cr1)

Editor : Alpin.
#FIF #kabupaten bogor #Gunung Putri