RADAR BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi potensi kenaikan harga pangan menjelang dan selama bulan suci Ramadhan.
Salah satunya melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang akan digelar secara berkala di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan bahwa pelaksanaan GPM sudah mulai dilakukan di beberapa kecamatan dan akan terus berlanjut hingga mendekati bahkan selama Ramadan.
“Selama Ramadan nanti kita akan keliling ke kecamatan-kecamatan untuk pelaksanaan GPM,” ujarnya kepada Radar Bogor, Sabtu 9 Februari 2026.
Menurutnya, selain menggelar GPM, DKP Kabupaten Bogor juga menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), khususnya berupa beras, kepada masyarakat di wilayah yang terdampak bencana alam.
“Wilayah terdampak bencana memang menjadi prioritas karena kita anggap di sana paling membutuhkan bantuan cadangan pangan pemerintah daerah, khususnya beras,” tambahnya.
Penyaluran CPPD tersebut diprioritaskan bagi wilayah terdampak bencana, dengan total 21 kecamatan yang menjadi sasaran bantuan.
Terkait ketersediaan bahan pangan menjelang Ramadan hingga Idulfitri, Teuku memastikan bahwa stok pangan di Kabupaten Bogor dalam kondisi aman.
“Dari sisi stok, insyaallah aman. Tapi kalau harga, pasti ada fluktuasi naik turun sesuai dengan permintaan dan ketersediaan barang,” ungkapnya.
Untuk menekan lonjakan harga, DKP Kabupaten Bogor akan terus mengintensifkan GPM serta bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) melalui pelaksanaan operasi pasar.(cr1)
Editor : Alpin.