RADAR BOGOR - Bupati Bogor Rudy Susmanto menekankan pentingnya peran hulu Sungai Ciliwung yang berada di wilayah Kabupaten Bogor.
Saat hadir dalam rapat bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi para kepala daerah di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Rudy mengatakan bahwa hulu Sungai Ciliwung bukan hanya milik Kabupaten Bogor.
"Hulu Sungai Ciliwung itu salah satu masa depannya Jawa Barat, ayo ditata bareng," ujar Rudy Susmanto dilansir dari YouTube Lembur Pakuan Channel.
Rudy mengajak para bupati dan wali kota untuk sama-sama merawat dan menjaga hulu Sungai Ciliwung.
"Para bupati wali kota tidak pernah berfikir bahwa hulu Sungai Ciliwung, Telaga Saat, Telaga Warna itu harus kita rawat bersama-sama, ayo investasi bersama-sama, saya mau nabung air di Kabupaten Bogor supaya air turunnya normal, air turunnya terkendali, dan air turunnya bersih jernih bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat," ajak mantan ketua DPRD Kabupaten Bogor tersebut.
Rudy lagi-lagi menegaskan untuk sama-sama menjaga hulu Sungai Ciliwung bahkan pihaknya siap memberikan lahan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk dimanfaatkan sebagai situ atau danau yang bisa menampung air.
"Sehingga air yang turun ke Bogor, Bekasi, Jakarta gak langsung turun, masuk ke setu-setu, tanah milik Pemerintah Kabupaten Bogor silakan digunakan bersama-sama," kata Rudy Susmanto.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut setuju dengan yang disampaikan Rudy Susmanto agar bersama-sama menjaga hulu Sungai Ciliwung termasuk menanam pohon bersama.
Bahkan beberapa waktu lalu, Dedi Mulyadi sudah bertemu dengan seorang kakek bernama Abah Imang yang menanam pohon di hutan di kaki Gunung Salak dan menyiapkan uang hingga Rp3 miliar.
"Secara personal meminta seorang kakek-kakek yang waktu itu muncul menanam pohon saya janjikan Rp3 miliar dan sekarang sudah tertatam senilai Rp600 juta dan kita bertahap dimonitoring dulu baru uangnya dikeluarin lagi," ujar Dedi Mulyadi.
Editor : Eka Rahmawati