RADAR BOGOR – Transformasi digital terus mendorong inovasi di dunia kerja. Menjawab kebutuhan pengelolaan sumber daya manusia yang lebih modern, PT Technosoft Indo Prima memperkenalkan Disiplinku.
Disiplinku meruoakan sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk mempermudah presensi serta manajemen karyawan dalam satu sistem terpadu.
Perusahaan teknologi asal Indonesia tersebut meluncurkan platform digital Disiplinku ini sebagai bagian dari kontribusi mereka dalam mengoptimalkan pengelolaan perilaku kerja dan administrasi organisasi melalui teknologi mutakhir.
Aplikasi Disiplinku diperkenalkan secara resmi di kantor Research and Development PT Technosoft Indo Prima yang berlokasi di Kelurahan Sukahati, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Kegiatan peluncuran turut dirangkaikan dengan talkshow bertema “Disiplinku: Smart Platform to Manage Attendance, Official Documents, and AI-Powered Team Knowledge” yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang.
Para pembicara yang hadir antara lain Irjen Pol (Purn) Yehu Wangsajaya yang dikenal sebagai Jenderal Bersahaja, CEO PT Technosoft Indo Prima H. Deden Rahmawan.
Kemudian pakar ilmu komputer sekaligus Guru Besar AI Prof Muhammad Zarlis, serta pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto.
Dalam kesempatan tersebut, Deden Rahmawan menjelaskan bahwa Disiplinku merupakan solusi presensi online sekaligus sistem pengelolaan SDM yang memungkinkan organisasi mengatur kehadiran, administrasi, hingga data karyawan secara praktis, transparan, dan real time melalui platform terintegrasi.
Menurutnya, kehadiran aplikasi ini ditujukan untuk menjawab tantangan pengelolaan tenaga kerja di tengah perubahan pola kerja modern dan percepatan digitalisasi.
Selain fungsi presensi, Disiplinku juga dilengkapi fitur Info Pintar berbasis AI yang mampu membantu organisasi memonitor data kehadiran, membaca pola kedisiplinan, serta mendukung pengambilan keputusan operasional berbasis data yang cepat dan akurat.
Pengembangan aplikasi ini juga dilandasi visi untuk memperkuat budaya kerja profesional dan meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.
Deden menambahkan, sistem yang tertata serta data yang valid merupakan elemen penting dalam membangun tim yang produktif.
Karena itu, Disiplinku dihadirkan sebagai platform terpadu yang mendukung organisasi dalam menciptakan manajemen kerja yang lebih efektif.
Di lokasi yang sama, Irjen Pol (Purn) Yehu Wangsajaya menyampaikan pandangannya bahwa platform ini berpotensi menjawab kekhawatiran antropolog Indonesia Prof Koentjaraningrat mengenai etos kerja bangsa.
Ia menilai penerapan sistem yang mendorong disiplin, keteraturan, dan akuntabilitas secara luas dapat memberikan dampak perubahan perilaku kerja.
Ia juga menilai penggunaan aplikasi tersebut secara masif dapat menjadi salah satu instrumen pendukung peningkatan kualitas budaya kerja nasional serta kontribusi menuju visi Indonesia Emas 2045. (***)
Editor : Yosep Awaludin