RADAR BOGOR - Upaya menjaga kebersihan lingkungan terus digalakkan oleh pelaku usaha bersama masyarakat.
Kali ini, crew Grand Titik Kumpul di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor menginisiasi kegiatan bersih-bersih di sepanjang aliran Sungai Cisadane pada Selasa, 10 Februari 2026.
Aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam sekaligus pencegahan pencemaran sungai.
Kegiatan dipusatkan di sejumlah titik yang kerap dipenuhi tumpukan sampah.
Dengan perlengkapan sederhana, para peserta menyusuri bantaran Sungai Cisadane dan mengumpulkan berbagai jenis limbah yang terbawa arus maupun dibuang secara sembarangan oleh warga.
Owner Grand Titik Kumpul, Safrudin Jepri menyampaikan, program bersih sungai ini tidak bersifat insidental.
Mantan Ketua Apdesi Kabupaten Bogor ini menegaskan, kegiatan tersebut akan berlangsung secara rutin setiap bulan sebagai bagian dari komitmen usaha yang dipimpinnya terhadap keberlanjutan lingkungan sekitar.
Selain menjalankan aksi lapangan, kata dia, pihaknya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih disiplin dalam mengelola sampah rumah tangga.
"Aksi ini upaya kami agar kebersihan Sungai Cisadane tetap terjaga," jelas Safrudin Jepri kepada Radar Bogor, Rabu 11 Februari 2026.
Mantan Kades Ciherangpondok itu menekankan, menjaga kebersihan sungai dan lingkungan bukan hanya tugas satu kelompok, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen, baik pelaku usaha, warga, maupun pemerintah.
Dalam kegiatan tersebut, tim menemukan beragam jenis sampah yang mencemari aliran Sungai Cisadane, mulai dari plastik sekali pakai, botol minuman, hingga sisa-sisa material rumah tangga.
Temuan ini menunjukkan, masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam membuang sampah pada tempat yang semestinya.
Aksi sosial tersebut mendapat respons positif dari warga sekitar yang turut menyaksikan kegiatan di bantaran sungai.
Beberapa di antaranya berharap, kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar kondisi sungai tetap terjaga dan tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan lingkungan maupun kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Selain membersihkan area sungai, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya mengurangi penggunaan plastik, memilah sampah sejak dari rumah, serta menjaga kebersihan saluran air agar tidak memicu banjir saat musim hujan.
Melalui program ini, Safrudin Jepri berharap, dapat menginspirasi komunitas lain untuk melakukan gerakan serupa di wilayah masing-masing.
Upaya kolaboratif semacam ini dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga ekosistem sungai yang memiliki peran vital sebagai sumber air, habitat makhluk hidup, serta penopang kehidupan masyarakat.
Dengan kegiatan rutin yang direncanakan setiap bulan, jelas Safrudin Jepri, aksi bersih Sungai Cisadane diharapkan tidak hanya berdampak pada kondisi fisik lingkungan, tetapi juga membentuk budaya peduli kebersihan di tengah masyarakat, sehingga sungai dapat kembali berfungsi optimal dan bebas dari pencemaran. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim