Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kenali Gejala Serangan Jantung Sejak Dini: Pentingnya Skrining Rutin untuk Cegah Risiko Fatal

Yosep Awaludin • Rabu, 11 Februari 2026 | 18:14 WIB
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Eka Hospital Cibubur, dr. Yislam Aljaidi, Sp.JP saat menjelaskan soal penyakit jantung.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Eka Hospital Cibubur, dr. Yislam Aljaidi, Sp.JP saat menjelaskan soal penyakit jantung.

RADAR BOGOR – Penyakit jantung, khususnya serangan jantung, masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia.

Karena itu, mengenali tanda-tanda awal serta melakukan pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius.

Lalu, seberapa penting skrining jantung dan kapan sebaiknya dilakukan?

Memahami Apa Itu Serangan Jantung

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Eka Hospital Cibubur, dr. Yislam Aljaidi, Sp.JP, FIHA, menjelaskan bahwa serangan jantung terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung menurun drastis atau terhenti akibat penyumbatan pembuluh darah.

Penyumbatan tersebut biasanya dipicu penumpukan plak yang berasal dari lemak dan kolesterol pada dinding pembuluh darah dalam waktu lama.

"Saat plak pecah, gumpalan darah dapat terbentuk dan menutup jalur aliran darah menuju jantung," katanya.

Aliran darah yang terhambat sebagian akan mengurangi suplai oksigen, sedangkan sumbatan total dapat menghentikannya sepenuhnya.

Kondisi ini membuat jaringan otot jantung rusak hingga berpotensi mati jika tidak segera ditangani.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Risiko serangan jantung meningkat pada individu dengan aterosklerosis, yakni penumpukan plak pada pembuluh darah yang sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.

Baca Juga: Tiga Bulan Beroperasi, Ambulans Gratis PWI Kota Bogor Resmi Diluncurkan

Namun, ketika serangan terjadi, waktu penanganan menjadi sangat krusial. Beberapa tanda yang patut diperhatikan antara lain:

- Nyeri dada seperti ditekan atau diberi beban berat
- Rasa tidak nyaman atau nyeri yang menjalar ke area bahu, lengan, punggung, leher, hingga rahang
- Keringat dingin
- Kelelahan ekstrem
- Rasa nyeri di ulu hati (terutama jika ruang jantung bagian bawah yang terdampak)
- Pusing tiba-iba atau bahkan pingsan
- Mual
- Sesak napas

Tak jarang, rasa sakit terutama di bagian punggung dianggap sebagai pegal biasa sehingga pertolongan medis terlambat diberikan.

Jika keluhan tidak membaik meski sudah diobati secara mandiri, kewaspadaan perlu ditingkatkan.

Pada perempuan, gejala bisa berbeda. Sensasi yang muncul sering berupa rasa berat atau tertindih di dada, bukan nyeri tajam seperti pada pria.

Faktor Penyebab dan Risiko

Penyakit jantung koroner menjadi pemicu utama serangan jantung. Kondisi ini muncul ketika plak di pembuluh darah pecah dan menghambat aliran darah menuju jantung.
Sejumlah faktor yang meningkatkan risiko antara lain:

- Usia di atas 45 tahun pada pria dan 55 tahun pada wanita
- Kebiasaan merokok
- Tekanan darah tinggi
-  Kolesterol dan trigliserida tinggi
- Obesitas
- Diabetes
- Sindrom metabolik
- Riwayat keluarga dengan penyakit jantung
- Kurang aktivitas fisik
- Pola makan tinggi lemak jenuh, gula, dan garam
- Hipertensi
- Tingkat stres tinggi

Skrining Jantung untuk Deteksi Dini

Sebelum berkembang menjadi penyakit jantung koroner, tubuh sebenarnya sering menunjukkan indikator seperti tekanan darah atau kadar kolesterol yang meningkat.

Sayangnya, kondisi tersebut kerap tanpa gejala sehingga baru diketahui saat sudah memburuk.

Inilah sebabnya skrining jantung berperan penting dalam pencegahan. Beberapa pemeriksaan yang biasanya disarankan meliputi:

1. Tes Darah

Pemeriksaan ini membantu menilai risiko melalui parameter seperti:

- Kadar kolesterol
- Gula darah
- Darah lengkap
- Fungsi ginjal
- Fungsi hati

2. Elektrokardiogram (EKG)

Tes ini merekam aktivitas listrik jantung untuk mendeteksi gangguan irama. EKG juga dapat dikombinasikan dengan uji aktivitas fisik seperti treadmill untuk melihat respons jantung saat bekerja.

3. Echocardiogram

USG jantung yang memberikan gambaran bentuk, ukuran, serta kondisi katup dan aliran darah di jantung.

4. CT Scan atau MRI Jantung

Digunakan untuk memperoleh gambaran detail jaringan dan pembuluh darah di sekitar jantung.

5. Calcium Score Jantung

Pemeriksaan untuk mengukur jumlah endapan kalsium pada pembuluh darah sebagai indikator risiko penyakit jantung koroner.

Frekuensi skrining berbeda pada tiap individu, bergantung usia dan faktor risiko. Sebagian pemeriksaan bisa dimulai sejak usia 20 tahun secara berkala, sementara lainnya dianjurkan setelah usia 35 atau 45 tahun.

Konsultasi Medis Sangat Dianjurkan

Untuk menentukan jadwal pemeriksaan yang tepat, masyarakat dianjurkan berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung, khususnya bagi mereka yang memiliki faktor risiko.

Konsultasi dapat dilakukan dengan dr. Yislam Aljaidi, Sp.JP, FIHA di Eka Hospital Cibubur melalui Call Center 1500129 atau WhatsApp 08891500129 guna mendapatkan saran medis sesuai kondisi kesehatan masing-masing. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #jantung #Eka Hospital