RADAR BOGOR - Pemerintah Kota Bogor kembali mematangkan rencana pembangunan jaringan jalan lingkar untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di pusat kota.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menyebut, proyek Bogor Inner Ring Road menjadi salah satu fokus utama karena dinilai mampu memecah arus kendaraan menuju wilayah selatan.
Menurut Dedie Rachim, kondisi sejumlah titik yang telah dipetakan hingga kawasan Wangun masih relatif kondusif untuk dikembangkan, meskipun proses pembangunan infrastruktur tersebut tidak mudah dan membutuhkan anggaran besar.
Ia menjelaskan, jalur Bogor Inner Ring Road dirancang akan tersambung dari Wangun menuju kawasan Gudray.
Kemudian melintas ke Kertamaya, Rancamaya, hingga Genteng.
Dari titik itu, kata Dedie Rachim, trase akan menyeberangi Sungai Cisadane dengan jembatan ganda sebelum masuk ke wilayah Pamoyanan, Bojongkerta, dan akhirnya terhubung ke kawasan Bogor Nirwana Residence (BNR).
Rencana tersebut, kata Dedie Rachim, merupakan bagian dari strategi besar pemerintah kota dalam mengurai kemacetan yang selama ini terpusat di tengah kota.
Saat ini, arus kendaraan menuju BNR dan wilayah Tajur masih harus melewati pusat Bogor, sehingga sering menimbulkan kepadatan.
Dengan adanya jalur lingkar, distribusi lalu lintas diharapkan bisa terbagi lebih merata.
Namun, ia mengakui proyek ini menghadapi tantangan besar, terutama kebutuhan pembangunan jembatan panjang serta biaya konstruksi yang tidak kecil.
"Kita perlu membangun jembatan yang cukup panjang dan harganya juga tidak murah," jelas Dedie Rachim kepada Radar Bogor.
Dedie Rachim juga mengungkapkan, pembahasan mengenai Bogor Inner Ring Road sempat terhenti pada periode 2010 hingga 2011 akibat berbagai kendala.
Ketika menjabat sebagai Wakil Wali Kota, Dedie Rachim menjelaskan, kembali membuka komunikasi dengan para pengembang untuk melanjutkan rencana tersebut.
Dari total panjang rencana sekitar 11,4 kilometer, pemerintah kota kini telah mengamankan kurang lebih 7 kilometer lahan yang berasal dari kontribusi pengembang.
Ia menilai, capaian itu sangat berarti karena akan mengurangi beban pembebasan tanah yang seharusnya ditanggung pemerintah.
Dengan modal tersebut serta dukungan lintas sektor, Dedie Rachim optimistis jaringan jalan lingkar di Bogor mulai dari outer ring road hingga ring road tahap kedua dan ketiga dapat direalisasikan secara bertahap.
Dedie Rachim menambahkan, pengembangan infrastruktur ini membuka peluang besar bagi Kota Bogor untuk bertransformasi, baik dari sisi wajah kota maupun sistem transportasi.
Akses yang lebih baik serta konsep mobilitas modern diharapkan mampu menunjang pertumbuhan wilayah di masa depan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim