Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Perkuat Ketahanan Pangan di Desa Purasari Bogor, Tim KKNT IPB University Perkenalkan Metode Hidroponik Apung

Yosep Awaludin • Kamis, 12 Februari 2026 | 12:15 WIB
Pelaksanaan metode hidroponik apung di Desa Purasari, Bogor oleh Tim KKNT IPB University.
Pelaksanaan metode hidroponik apung di Desa Purasari, Bogor oleh Tim KKNT IPB University.

RADAR BOGOR - Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University memperkenalkan metode hidroponik apung sebagai alternatif budidaya tanaman yang efisien, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan.

Hidroponik apung diperkenalkan kepada masyarakat di Kampung Babakan Empang, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Ketua KKN, Yoga Widhi Perwira mengatakan, kegiatan pengenalan metode Hidroponik apung ini dilaksanakan langsung di empang milik warga sebagai lokasi kegiatan.

Pemilihan empang rumah warga sebagai tempat pelaksanaan hidroponik apung didasarkan pada kondisi lingkungan setempat yang masih memiliki banyak kolam dan empang yang belum dimanfaatkan secara optimal.

"Melalui program ini, empang yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai kolam air atau kolam ikan diarahkan menjadi ruang produktif untuk budidaya sayuran," kata mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian IPB University itu.

Hidroponik apung merupakan teknik budidaya tanaman tanpa tanah dengan memanfaatkan media air yang diperkaya larutan nutrisi.

Tanaman diletakkan pada rakit apung sederhana sehingga akarnya dapat langsung menyerap nutrisi yang dibutuhkan.

Metode ini dinilai cocok diterapkan di lingkungan permukiman karena tidak memerlukan lahan luas serta dapat dilakukan di pekarangan rumah.

Dalam kegiatan tersebut, Tim KKNT IPB University memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai konsep dasar hidroponik apung dan manfaatnya bagi ketahanan pangan rumah tangga.

Masyarakat diajak memahami bahwa dengan sistem ini, kebutuhan sayuran harian dapat dipenuhi secara mandiri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar wilayah.

Selain mendukung ketersediaan pangan, hidroponik apung juga dinilai ramah lingkungan. Penggunaan air pada sistem ini relatif lebih hemat karena dapat digunakan secara berulang.

Di samping itu, tanaman hidroponik cenderung lebih bersih dan minim penggunaan pestisida kimia, sehingga aman dikonsumsi dan tidak mencemari lingkungan sekitar.

Tim KKNT IPB University juga melakukan praktik langsung bersama warga dengan menunjukkan cara pembuatan instalasi hidroponik apung sederhana.

Mulai dari persiapan wadah, pemasangan media tanam, pencampuran larutan nutrisi, hingga penanaman bibit sayuran diperagakan secara bertahap.

Pendekatan ini dilakukan agar masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara mandiri.

Beberapa jenis sayuran seperti kangkung, selada, dan sawi diperkenalkan sebagai komoditas yang cocok dibudidayakan dengan sistem hidroponik apung.

Tanaman tersebut memiliki masa panen yang relatif singkat, sehingga hasilnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga Kampung Babakan Empang. Masyarakat menilai hidroponik apung sebagai solusi yang praktis dan relevan dengan kondisi lingkungan setempat.

Selain untuk konsumsi pribadi, hasil panen juga berpotensi dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan.

Melalui program ini, Tim KKNT IPB University berharap hidroponik apung dapat menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung ketahanan pangan lokal sekaligus menjaga kelestarian alam.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, metode ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari pola hidup yang lebih ramah lingkungan di Desa Purasari. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #Desa Purasari #hidroponik apung #ipb university