Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Banjir di Desa Cijayanti Babakan Madang Bogor Mulai Surut, Ratusan Warga Terdampak

Muhammad Ali • Kamis, 12 Februari 2026 | 14:41 WIB
Pantauan Radar Bogor dilokasi bencana pasca kejadian banjir bandang di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Kamis, 12 Februari 2026.
Pantauan Radar Bogor dilokasi bencana pasca kejadian banjir bandang di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Kamis, 12 Februari 2026.

RADAR BOGOR – Kondisi banjir di Kampung Cicerewed, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor berangsur surut, Kamis, 12 Februari 2026.

Pantauan Radar Bogor di lokasi, warga mulai membersihkan sisa lumpur dan memperbaiki rumah yang rusak setelah banjir menerjang wilayah tersebut dibantu dengan Tim BPBD, Damkar, Polri dan pemerintahan setempat.

Sebanyak 160 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa itu. Delapan rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat terjangan air yang sempat mencapai ketinggian dua meter di sejumlah titik.

“Lumayan parah sih untuk awal 2026 ini, berarti sudah kedua kali. Ketinggian air ada yang sampai 2 meter, ada juga sekitar 180 sentimeter,” ujar Kepala Desa Cijayanti Ahmad Paojan kepada Radar Bogor, Kamis, 12 Februari 2026.

Menurutnya, meski air mencapai dua meter di beberapa titik, banjir berlangsung relatif singkat. Air disebut surut dalam waktu sekitar 20 hingga 30 menit. Saat banjir terjadi, sebagian warga sempat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari genangan.

“Kondisi saat ini warga membutuhkan mulai dari matras, pakaian, terus alat mandi dan sembako,” ungkapnya.

Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Desa Cijayanti mengerahkan tim Destana (Desa Tangguh Bencana) bersama perangkat desa. Pihak desa juga berkoordinasi dengan pelaku usaha setempat untuk membantu warga terdampak.

“Di wilayah kami ada Laundry Hermina, kami memohon supaya pakaian warga yang terdampak bisa dilaundry di sana secara gratis,” jelasnya.

Terkait rumah warga yang rusak parah, Paojan menyebut sudah ada arahan dari Bupati agar warga difasilitasi kontrakan sementara. Namun, hingga kini sebagian warga masih memilih bertahan.

“Kalau potensi banjir susulan pasti ada. Warga sudah banyak yang memberi masukan untuk direlokasi. Saya juga menunggu arahan dari pimpinan, mudah-mudahan ada solusi,” tuturnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas PUPR telah menurunkan dua unit alat berat untuk melakukan normalisasi sungai sebagai langkah pencegahan banjir susulan.

Paojan menyinggung banjir tersebut terjadi akibat hujan deras dan kurangnya resapan air, mengingat hulu Desa Cijayanti merupakan kawasan perumahan besar seperti Sentul City.

“Mungkin di hulu itu kalau bisa bikin sumber-sumber resapan, kalau tidak bikin danau. Jadi jangan sampai air itu dibuang ke kali langsung. Ini kan Kali Cisarapati, Kali Cijayanti, Kali Cikeas,” pungkasnya. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #Cijayanti #banjir #Babakan Madang