Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Air Memang Surut, Tapi Lelah dan Trauma Banjir Masih Menggenang di Hati Warga Cijayanti

Muhammad Ali • Kamis, 12 Februari 2026 | 16:24 WIB
Hadid (55) warga Kampung Cicerewed, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, saat dimintai terangan oleh Radar Bogor, Kamis 12 Februari 2026.
Hadid (55) warga Kampung Cicerewed, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, saat dimintai terangan oleh Radar Bogor, Kamis 12 Februari 2026.

RADAR BOGOR – Lumpur masih menebal di lantai rumah-rumah warga Kampung Cicerewed, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Kamis 12 Februari 2026.

Genangan air memang telah surut. Namun, bekasnya tertinggal di dinding, perabotan, dan terutama di benak warga yang kembali menghadapi banjir untuk kesekian kalinya.

Salah satu warga, Hamid (55), mengatakan sejak sore saat kejadian (11/2) hingga kini (12/2) ia belum juga beristirahat, rumahnya porak-poranda, dapur berantakan, dan sebagian barang hanyut terbawa arus.

“Saya udah lelah, pikiran pusing, mau makan pun susah, masak nasi hanyut, kompornya juga hanyut, pasrah lah apa adanya, gimana atuh,” ujarnya pelan kepada Radar Bogor, Kamis 12 Februari 2026.

Ia mengungkapkan, banjir datang sekitar pukul 15.30 WIB, hujan deras yang mengguyur cukup lama tiba-tiba berubah menjadi arus besar yang masuk ke permukiman, air datang tanpa peringatan dan langsung meninggi.

Menurutnya, hujan mulai reda sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, genangan air baru benar-benar surut sekitar pukul 20.00 WIB, lebih lama dari biasanya.

“Waktu kejadian datang airnya tiba-tiba langsung besar,” kenang Hamid saat menceritakan detik-detik terjadinya banjir bandang.

Hamid menuturkan, saat air menerjang dirinya sedang berada di rumah. Namun, ia tak sempat menyelamatkan seluruh barang. Fokusnya hanya satu, memastikan istri dan anaknya selamat.

“Biarin lah rumah mah, perabotan, yang penting kita selamat dari musibah,” tuturnya.

Sebagian barang berhasil diamankan, tetapi banyak pula yang hanyut, terutama peralatan dapur.

Bahkan, bagian rumah yang baru diperbaiki bulan lalu kembali rusak akibat derasnya arus.

Menurut Hamid, biasanya banjir surut dalam waktu sekitar satu jam. Namun kali ini, air bertahan lebih lama dan datang dengan kekuatan lebih besar.

“Ini mah lebih dari satu jam, datang airnya kenceng makanya sampai jebol ini,” ungkapnya sambil memperlihatkan tembok rumahnya yang jebol.

Baginya, banjir bukan lagi kejadian luar biasa. Sejak 2002, wilayah tersebut kerap terendam setiap hujan besar turun.

Pada awal 2026 saja, banjir sudah dua kali datang, rasa jenuh dan putus asa pun kian terasa.

"Saya sudah pusing sebenernya, banjir tuh gak ada solusi ini dari 2002 banjir disini," pungkasnya.(cr1)

Editor : Alpin.
#Desa Cijayanti #banjir #resapan air #kabupaten bogor