RADAR BOGOR – Asap mengepul dari dapur umum yang berdiri di Kampung Cicerewed, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Kamis 12 Februari 2026.
Di tengah rumah-rumah yang masih dipenuhi lumpur, aparat gabungan kepolisian memasak untuk ratusan warga terdampak banjir.
Kapolsek Babakan Madang, AKP Trias Karso Yuliantoro, mengatakan dapur umum tersebut didirikan sebagai respons cepat setelah banjir merendam permukiman akibat hujan deras yang mengguyur sejak sore hari kemarin.
“Yang pertama kita mengupayakan mobil bersih dari Brimob. Kemudian yang kedua juga ada dapur umum dari Brimob, karena dari tadi malam warga belum dapat makan,” ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis 12 Februari 2026.
Selain dapur umum, pihaknya juga mendatangkan mobil penyedia air bersih dari Brimob.
Air tersebut dapat langsung diminum warga, mengingat banyak sumber air tercemar lumpur pascabanjir.
“Mobil bersih itu airnya bisa langsung diminum, karena di lokasi sini kekurangan air bersih, sehingga didatangkan mobil itu untuk warga mendapatkan air bersih,” jelasnya.
Trias menyebut sekitar 100 personel gabungan diterjunkan ke lokasi. Mereka terdiri dari Personel Polsek Babakan Madang, Brimob, hingga Polres Bogor.
Selain menyiapkan dapur umum, petugas juga membantu pembersihan rumah serta melakukan pendataan kerusakan.
Berdasarkan asesmen sementara, delapan rumah dilaporkan rusak berat dan sekitar 160 kepala keluarga terdampak banjir.
Banjir kali ini disebut yang terparah, dengan ketinggian air sempat mencapai dua meter.
Operasional dapur umum akan berlangsung hingga kondisi dinyatakan aman dan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Personel kepolisian juga tetap bersiaga di lokasi untuk memastikan proses pemulihan berjalan lancar.
“Kita berusaha semaksimal mungkin, apa yang bisa kita lakukan, kita lakukan segera,” tandasnya.(cr1)
Editor : Alpin.