RADAR BOGOR - Sejumlah daerah di Jawa Barat mengalami pengurangan signifikat kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Berdasarkan data rekapitulasi BPJS Kesehatan, total peserta PBI yang dinonaktifkan di Jawa Barat mencapai 1.915.102 jiwa.
Kabupaten Karawang menjadi daerah dengan penonaktifan PBI BPJS Kesehatan terbanyak yakni 163.886 jiwa.
Kemudian disusul Kabupaten Bogor sebanyak 155.242 jiwa, Kabupaten Cianjur sebanyak 118.612 jiwa, dan Kabupaten Tasikmalaya 101.898 jiwa.
Sementara pengalihan ke PBI di Jawa Barat yang ditanggung pemerintah daerah tercatat sebanyak 1.026.118 jiwa.
Sehingga masih terdapat selisih sekitar 888.984 jiwa yang belum terakomodasi.
Beberapa waktu lalu, Bupati Bogor, Rudy Susmanto membenarkan sekitar 155 ribu warga Kabupaten Bogor dinonaktifkan dari kepesertaan PBI BPJS Kesehatan.
Menurutnya, hal itu dikarenakan adanya perubahan pola pendataan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Namun Pemerintah Kabupaten Bogor telah menerapkan Universal Health Coverage (UHC) 100 persen. Dinas Kesehatan bersama BPJS Kesehatan sedang menyusun formulasi terbaru agar seluruh masyarakat tetap terlayani," jelas Rudy.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Bogor ingin terus melayani kesehatan semua masyarakatnya. Baik itu yang masuk ke dalam kelompok masyarakat desil 1 hingga desil 10.
Rudy juga menyebut bahwa perubahan pola pendataan itu mengakibatkan banyak dari masyarakat yang berpindah kelompok desil.
"Jika masyarakat datang ke rumah sakit pemerintah dan tidak mendapatkan pelayanan yang baik, bahkan mengalami penolakan, silakan laporkan langsung kepada saya. Kami pastikan masyarakat Kabupaten Bogor tetap mendapatkan hak pelayanan kesehatannya," tegas Bupati Bogor itu.(cok)
Editor : Alpin.