RADAR BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor mempercepat langkah penanganan pascabanjir di Desa Cijayanti dan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang.
Selain melakukan normalisasi sungai dan setu, Pemkab Bogor juga menyiapkan skema relokasi bagi warga yang terdampak paling parah.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan wilayah Cijayanti kerap mengalami luapan air saat hujan deras mengguyur. Air dari aliran sungai meluap hingga masuk ke jalan dan permukiman warga.
“Cijayanti sendiri itu setiap hujan keras, air meluap lalu masuk ke jalan. Maka mulai tadi malam beberapa alat dari Dinas Pekerjaan Umum sudah kita geser,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkab Bogor telah mengerahkan peralatan seperti kendaraan amfibi dan tongkang ke Waduk atau Setu Ciowa untuk melakukan normalisasi.
Meski kewenangan berada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan PSDA, pemerintah daerah mengambil langkah cepat demi keselamatan masyarakat.
“Karena menyangkut keselamatan orang banyak, maka kami mengambil alih apa yang bisa kami lakukan terlebih dahulu,” tegasnya.
Selain normalisasi sungai dan setu, Dinas Pekerjaan Umum juga melakukan pembersihan dan pembukaan saluran drainase yang tersumbat.
Upaya tersebut tidak hanya dilakukan di Babakan Madang, tetapi juga di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor sebagai langkah antisipasi banjir susulan.
"Dinas pekerjaan umum bahu-membahu setiap hari membuka beberapa drenasenya yang tertutup saluran air yang tersumbat," jelasnya.
Terkait relokasi warga di Kampung Cicerewed Desa Cijayanti, Rudy menegaskan pemerintah tidak akan mengambil keputusan sepihak.
Proses relokasi akan melalui komunikasi dan musyawarah bersama masyarakat.
"Kita tidak bisa serta-merta memindahkan warga masyarakat ke lokasi baru. Kita ingin segala kebijakan yang diambil adalah kebijakan yang tentunya sudah dimusyarakan bersama dengan masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, Pemkab Bogor sebelumnya telah berkomunikasi dengan pihak Sentul City terkait serah terima prasarana umum yang dapat dimanfaatkan untuk relokasi warga terdampak bencana, salah satunya Desa Bojongkoneng.
"Beberapa bulan yang lalu pemerintah sudah menyewakan tempat tinggal sementara, lalu sekarang lahannya sudah ada, maka tahapan pembangunan mudah-mudahan di tahun 2026, tahapnya sudah bisa berjalan," ungkapnya.
Rudy memastikan perbaikan infrastruktur terdampak banjir akan dilakukan secepat mungkin.
Namun, pelaksanaannya tetap mempertimbangkan skala prioritas, mengingat kebutuhan pembangunan di Kabupaten Bogor juga mencakup sektor pendidikan dan kesehatan.
“Mana yang menjadi prioritas, tentu akan kita prioritaskan,” tandasnya.(cr1)
Editor : Alpin.