RADAR BOGOR – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Majelis Taklim Riyaadhun Naim di RT 07/03 Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, menggelar kegiatan tawaqufan pengajian.
Kegiatan berlangsung meriah sekaligus penuh haru dengan antusiasme tinggi dari para santri dan orang tua. Acara tawaqufan ini menjadi momen penutup kegiatan belajar mengaji sebelum memasuki Ramadhan.
Sejumlah penampilan ditampilkan oleh para santri, mulai dari ceramah, tahfidz, tilawah Al-Qur’an, nasyid, hingga puisi berantai.
Pendidik Majelis Taklim Riyaadhun Naim, Ustadzah Sri Wahyuni menjelaskan bahwa kegiatan tawaqufan rutin dilaksanakan setiap tahun.
Selain untuk menyambut bulan suci Ramadhan, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi hasil pembelajaran santri selama satu tahun.
“Untuk tahun ini agak sedikit berbeda, kita mengadakan perlombaan seperti lomba adzan, tahfidz, sambung ayat, murotal dan ceramah,” ujarnya kepada Radar Bogor, Sabtu 14 Februari 2026.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat syahadah bagi santri yang telah menghafal Juz 30 dan beberapa surat pilihan.
Seluruh santri mendapatkan medali penghargaan, sementara para juara lomba menerima piala sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka.
Sri berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk semakin giat dalam belajar mengaji.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara majlis ta’lim dan orang tua dalam mendukung program pembinaan keagamaan.
“Insyaallah tahun depan kami akan mengemas acara seperti ini dengan lebih baik lagi dan lebih spektakuler,” tegasnya.
Ketua RW 03, Amirudin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, tawaqufan bukan hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga, mengingat santri yang belajar berasal dari beberapa RT.
“Kalau zaman dulu ini namanya samenan, kegiatan seperti ini sekarang sudah jarang terlihat,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu orang tua santri, Warsih, menyampaikan rasa terima kasih kepada para dewan guru yang telah membimbing anak-anak dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
“Maafkan anak-anak kami ya kalau saat mengaji masih suka bercanda, mudah-mudahan yang mengajar selalu diberi kesabaran, kesehatan dan panjang umur,” pungkasnya.
Kegiatan tawaqufan ini pun ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar Ramadhan tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh santri dan masyarakat sekitar. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin