Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Selain Hujan, Warga Ungkap Faktor Lain Penyebab Jebolnya Tanggul Drainase di Cisarua Bogor

Septi Nulawam Harahap • Minggu, 15 Februari 2026 | 20:32 WIB
Sejumlah rumah di Kampung Bina Taruna, Desa Tugu Selatan, Cisarua terdampak jebolnya tanggul saluran drainase, Sabtu 14 Februari 2026.
Sejumlah rumah di Kampung Bina Taruna, Desa Tugu Selatan, Cisarua terdampak jebolnya tanggul saluran drainase, Sabtu 14 Februari 2026.

RADAR BOGOR - Selain faktor cuaca, warga mengungkapkan penyebab jebolnya tanggul saluran drainase di Kampung Bina Taruna, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, sebanyak 10 rumah terdampak peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 14 Februari 2026 itu. Dengan rincian 3 rumah rusak berat, 6 rumah terdampak, dan satu rumah terancam.

Ketua RT 01 Kampung Bina Taruna, Yandi Suwardi, menuturkan, kejadian meluapnya air saluran drainase bukan yang pertama kali terjadi di wilayahnya.

Derasnya air dari arah saluran yang terhubung ke kawasan Rest Area Gunung Mas menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi.

"Ini sudah yang kesekian kalinya kejadian. Saya tidak mau menyalahkan sumber air datangnya dari mana, memang selokan ini dari arah Rest Area Gunung Mas. Saya sudah buat tiga sodetan, tetap saja belum bisa menampung derasnya air," ujarnya kepada Radar Bogor, Minggu 15 Februari 2026.

Menurutnya, hujan deras yang turun sekitar pukul 15.30 WIB membuat air meluap dengan cepat.

"Tiba-tiba terdengar suara gebrak, tembok hancur dan air langsung meluap. Tiga rumah rusak berat, satu motor tertimbun reruntuhan," tambah Yandi.

Salah satu warga, Aef Saepudin mengaku sempat curiga saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Ia pun berinisiatif mengecek pintu air di depan rumahnya.

"Waktu saya buka pintu air, air sudah meluap. Setelah itu terdengar gebrak di depan saya, tembok jebol. Saya langsung lari untuk evakuasi warga," tuturnya.

Terpisah, Sekretaris Desa Tugu Selatan, Yadi Mulyadi menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan warga terdampak dari kejadian tersebut.

"Saat ini sedang kita verifikasi jumlah KK yang terdampak sesuai arahan dari kepala desa. Untuk sementara ada 9 KK terdampak, dan 1 rumah terancam. Ada 3 rumah rusak berat, dan 1 kendaraan bermotor tertimbun," tukasnya.(cok)

Editor : Alpin.
#Tugu Selatan #cisarua #tanggul jebol #kabupaten bogor