RADAR BOGOR – Akademisi Ilmu Komunikasi Universitas Ibn Khaldun Bogor (UIKA) sekaligus kandidat Doktor Komunikasi Politik Universitas Padjadjaran, Yama Sumbodo menyoroti fenomena blunder dalam pengelolaan akun pengaduan masyarakat seperti Instagram Lapor Pak Bupati @lapor_pakbupati.
“Fenomena blunder di akun pengaduan masyarakat seperti @lapor_pakbupati menunjukkan adanya ketidakselarasan antara peran komunikasi digital sebagai alat layanan publik dan praktik komunikasi yang masih bersifat reaktif,” ujar Yama kepada Radar Bogor, Selasa 17 Februari 2026.
Ia menjelaskan, dari sudut pandang komunikasi publik, saluran pengaduan bukan sekadar media penyampaian informasi. Lebih dari itu, platform tersebut merupakan ruang strategis untuk membangun legitimasi serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Tanggapan yang defensif atau kurang empatik justru bisa memperkuat pandangan bahwa pemerintah tidak responsif terhadap harapan warga,” tegasnya.
Yama menilai, pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola komunikasi digital. Pendekatan yang digunakan, kata dia, harus mengedepankan prinsip pelayanan, keterbukaan, dan kepekaan terhadap dinamika publik.
Ia juga menekankan pentingnya penyusunan protokol komunikasi yang jelas dalam pengelolaan akun resmi pemerintah. Selain itu, admin atau pengelola media sosial perlu dibekali pelatihan khusus dalam menangani isu, termasuk manajemen krisis komunikasi.
“Pengelolaan akun harus dilengkapi dengan protokol komunikasi yang jelas, pelatihan dalam menangani isu, serta komitmen untuk menjadikan kritik sebagai masukan bagi kebijakan,” tutupnya.
Lebih jauh, Yama menilai kualitas percakapan di ruang digital kini menjadi salah satu indikator penting dalam menilai mutu demokrasi lokal dan kapasitas kepemimpinan publik. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati