RADAR BOGOR – Satu unit rumah kontrakan di Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, diduga dijadikan markas komplotan pelaku pencurian dengan modus pecah kaca.
Dua orang pelaku berhasil dibekuk jajaran Polsek Cileungsi pada Selasa 17 Februari 2026, sementara dua lainnya masih dalam pengejaran.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, menjelaskan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban di wilayah Bekasi. Barang milik korban yang dibawa pelaku terdeteksi mengarah ke wilayah Cileungsi.
“Dari ciri-ciri dan petunjuk yang ada, mengarah ke satu titik di perbatasan Gandoang dan Mampir,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu 18 Februari 2026.
Ia mengungkapkan, setelah melakukan koordinasi, polisi langsung menyisir lima rumah kontrakan yang dicurigai menjadi tempat berkumpul para pelaku.
Dari salah satu kontrakan, Polsek Cileungsi menemukan barang milik korban.
Saat dilakukan penggeledahan, polisi mendapati sekitar 27 tas dan dompet berbagai merek yang diduga hasil tindak kejahatan.
Selain itu, ditemukan pula alat bantu berupa senter kecil menyerupai laser yang biasa digunakan untuk mengintip ke dalam kendaraan, serta satu unit iPhone milik korban.
Menurutnya, aksi pecah kaca tersebut terjadi pada malam hari di wilayah Bekasi. Dua mobil yang terparkir berdampingan menjadi sasaran dan dipecah kacanya secara bersamaan.
“Setelah beraksi di Bekasi, para pelaku mengarah ke Cileungsi dan diduga menjadikan kontrakan tersebut sebagai tempat berkumpul,” jelas Edison.
Dari hasil penindakan, dua pelaku berhasil diamankan. Keduanya diketahui berasal dari Lampung dan merupakan bagian dari komplotan.
Sementara dua pelaku lain melarikan diri menggunakan sepeda motor jenis Scoopy dan Beat Street.
“Ini komplotan, ada dua grup. Yang tertangkap baru dua orang, dua lainnya masih kita kejar,” tegasnya.
Polisi juga menemukan sejumlah dokumen penting milik korban di dalam tas dan dompet yang diamankan, seperti KTP dan identitas lainnya.
Namun sebagian besar barang berharga di dalamnya sudah tidak ditemukan. "Polsek Cileungsi bekerja sama dengan Polres Bekasi, Khususnya Polsek Cikarang," tutupnya.
Edison menambahkan pihaknya masih melakukan identifikasi terhadap para korban, termasuk kemungkinan adanya warga Kabupaten Bogor yang menjadi sasaran aksi komplotan tersebut.(cr1)
Editor : Alpin.