Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pembangunan Drainase Tak Diprioritaskan, Proyek Perumahan Diduga Pemicu Banjir di Babakan Madang Bogor

Muhammad Ali • Jumat, 20 Februari 2026 | 15:54 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat saat dimintai keterangan oleh Radar Bogor di Cibinong, Kabupaten Bogor.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat saat dimintai keterangan oleh Radar Bogor di Cibinong, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR – Banjir yang terjadi di kawasan perumahan Spring Valley milik PT Sentul City Tbk dan melanda wilayah Babakan Madang, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu dinilai menjadi momentum evaluasi serius terhadap tata kelola pembangunan dan sistem drainase.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, menilai banjir tersebut terjadi karena pembangunan perumahan lebih mendahulukan pembangunan fisik rumah dibandingkan sistem drainase.

“Kejadian banjir yang dadakan seperti itu sebenarnya memang kita perlu kajian kembali terhadap penataan lahan,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat 20 Februari 2026.

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, saluran drainase sebenarnya sudah direncanakan, namun pengerjaannya tidak menjadi prioritas pada tahap awal.

“Sehingga ada aliran cukup deras yang tidak cukup tertampung, lalu melari ke arah jalan. Nah, itu berkaitan dengan aspek prioritas dalam pengerjaan,” jelasnya.

Ade menyebut, curah hujan yang tinggi menjadi faktor pemicu utama. Namun, kondisi saluran air yang belum memadai membuat aliran air tidak tertampung dengan baik hingga akhirnya meluap.

“Alirannya tidak bisa masuk ke drainase atau pembuangan saluran yang seharusnya, sehingga terjadilah banjir,” katanya.

Ia juga menyoroti adanya saluran yang tertutup sehingga tidak mampu mengalirkan air secara optimal.

Menurutnya, pembangunan drainase seharusnya didahulukan sebelum pembangunan fisik rumah dilakukan.

“Harusnya itu dikerjakan lebih awal sehingga tidak terjadi hal tersebut. Yang saya pantau seperti itu, bangun dulu rumahnya, baru drainasenya,” ungkapnya.

Meski demikian, Ade memastikan BPBD tidak mengambil langkah penindakan terhadap proyek perumahan tersebut.

Peran BPBD Kabupaten Bogor, kata dia, lebih kepada edukasi dan mitigasi risiko bencana.

“Selebihnya, berkaitan dengan penindakan itu kewenangan pimpinan melalui SKPD terkait lainnya,” tutupnya.

Dia menambahkan, pihak pengembang disebut telah melakukan sejumlah upaya perbaikan, mulai dari pembenahan drainase dan saluran pembuangan hingga penataan serta penghijauan di sekitar lokasi pembangunan.(cr1)

Editor : Alpin.
#BPBD Kabupaten Bogor #sentul city #banjir #Babakan Madang