Menurut Rudy, kehadiran pameran tersebut merupakan anugerah sekaligus momentum penting bagi daerahnya dalam memperkuat identitas sebagai pusat kebudayaan dan religiusitas di Jawa Barat.
Ia menyinggung rangkaian peristiwa besar yang sebelumnya terjadi di Bogor, mulai dari hadirnya Mahkota Binokasih hingga pembangunan Masjid Raya Nurul Waton.
Baca Juga: Cara Mudah Cek Bansos dan Desil DTSEN Cukup Pakai NIK, Warga Bogor Segera Coba
Ia menilai, agenda ini tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga berpotensi mendorong sektor ekonomi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bogor berharap kegiatan tersebut mampu menjadi daya tarik wisata religi yang berdampak pada peningkatan aktivitas pelaku UMKM di sekitar lokasi.
Rudy menambahkan, persiapan dilakukan bersama para ulama, organisasi Islam, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pengamanan melibatkan sejumlah instansi, termasuk Polres Bogor, Kodim, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, hingga BNN Kabupaten Bogor.
Sebanyak 75 artefak dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Beberapa di antaranya disebut berupa penutup kepala, rambut, hingga ekstrak keringat Rasulullah SAW. Rudy mengaku sebagian benda tersebut belum pernah ia lihat secara langsung sebelumnya dan berharap momentum ini dapat memperkuat nilai keimanan masyarakat.
“Banyak yang belum pernah saya lihat sebelumnya, ini menjadi pengingat bagi kita untuk bermunajat kepada Allah dan memperbanyak puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW,” ujar Rudy Susmanto dalam keterangannya dilansir dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Bogor.
Panitia juga menyiapkan area khusus bagi pengunjung yang ingin berdoa, termasuk fasilitas tempat duduk di kawasan Laga Satria guna menunjang kenyamanan jamaah.
Pameran yang dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya ini berlangsung setiap hari pukul 09.00–21.00 WIB.
Pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial Ramadan, melainkan juga ruang edukasi sejarah Islam sekaligus sarana memperkuat spiritualitas masyarakat.