Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Masih Jadi Icon Gerbang Wisata Puncak, Berbagai Kegiatan Ramadhan 2026 Digelar di Masjid Harakatul Jannah

Septi Nulawam Harahap • Senin, 23 Februari 2026 | 18:52 WIB

Masjid Harakatul Jannah di Jalan Raya Puncak KM 71, Simpang Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Masjid Harakatul Jannah di Jalan Raya Puncak KM 71, Simpang Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR - Masjid Harakatul Jannah masih berdiri kokoh di pintu gerbang kawasan wisata Puncak, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Dibangun pada 2006 lalu, Masjid Harakatul Jannah ini menyajikan desain indah dengan kemegahan sebagai rumah Allah SWT.

Berlokasi strategis tepatnya di Jalan Raya Puncak KM 71, Simpang Gadog, Kecamatan Megamendung, Masjid Harakatul Jannah kerap dijadikan tempat transit bagi musafir dari kota seperti Jakarta, Cianjur Sukabumi bahkan turis dari Timur Tengah.

Desainnya mengadopsi arsitektur dunia Islam seperti Arab, Turki, Afrika, Eropa, Asia. Hingga saat ini, belum ada perubahan dalam bentuk masjid tersebut.

Namun sejak 2021, mulai berdiri pesantren Algebra International Islamic Boarding School yang berkegiatan di Hajjah Tower.

Di bulan Ramadan 1447 H/2026 ini, kegiatan keagamaan yang digelar di Masjid Harakatul Jannah cukup beragam.

Menurut Wakil Direktur Aset Masjid Harakatul Jannah, Muhamad Yusril, masyarakat umum bisa mengikuti kegiatan iftar jama'i atau buka puasa bersama di masjidnya.

"Buka puasa bersama dengan para santri Algebra, ini dibuka untuk umum," ujarnya kepada Radar Bogor.

Sambil menanti waktu Magrib, kegiatan diisi dengan shalawatan serta pengajian yang juga bersama para santri Algebra.

Setelah menyantap menu takjil yang disediakan, kegiatan dilanjut dengan sholat magrib, isya, dan sholat tarawih berjamaah.

Yusril menyebut, sholat tarawih di Harakatul Jannah berjumlah 20 rakaat, dengan 3 rakaat witir

"Namun kami di sini menghargai bagi yang melaksanakan 8 rakaat tidak apa-apa ikut bersama, namun kami sampaikan untuk shalat witir bisa lanjut berjamaah. Walau pun ada perbedaan, namun kita tetap bersama-sama, ukhuwah islamiyah" jelasnya.

Kegiatan lainnya di Masjid Harakatul Jannah selama bulan ramadan yakni ngaji pasaran atau ngaji kitab kuning.

Bersama para santri, masyarakat umum juga boleh mengikuti ngaji pasaran yang membahas bab-bab tentang puasa.

"Di mana kita membahas tentang bab puasa, pahala puasa dan lain-lain untuk meningkatkan cinta kepada puasa dan meningkatkan iman dan taqwa dengan maksimal di bulan ramadan," tandas Yusril.

Nama Harakatul Jannah sendiri merupakan nama yang dipilih Syahrul Effendi, pendiri masjid tersebut dengan arti Gerakan Sorga.

Memiliki ukuran 24 m x 24 m, lantai dasar Masjid Harakatul Jannah merupakan ruangan untuk pertemuan, Walimatul 'Ursy (acara pernikahan) dan kegiatan publik lainnya.

Sedangkan di lantai dua merupakan ruang ibadah utama. Kapasitas ruangan Masjid Harakatul Jannah ini bisa menampung 1000 orang jama'ah.

Masjid Harakatul Jannah juga telah dilengkapi dengan fasilitas tempat beruduk untuk pria maupun wanita yang terletak di sisi timur masjid, terpisah dari ruang bawah.

Kemegahan Hajjah Tower atau Harakatul Jannah Tower juga tidak luput dari perhatian.

Merupakan elemen masjid yang memperlihatkan nilai kebudayaan Minangkabau sebagai darah asli pendirinya.

Menara tinggi yang berdiri di sisi kanan masjid yang memiliki jam di puncaknya layaknya menara Jam Gadang di kota indah Bukittinggi.

Hal menarik lainnya yakni pada bagian kubah. Terbuat dari tembaga, masjid ini memiliki satu kubah utama, enam kubah sedang, dan beberapa kubah kecil di bagian samping.

Keseluruhan kubah Masjid Harakatul Jannah, baik kubah utama maupun kubah pendukung, mengikuti rancangan kubah Taj Mahal, India, yaitu berbentuk bawang yang merupakan kubah sempurna dengan sisi bawahnya berupa silender.(cok)

Editor : Alpin.
#wisata puncak #kabupaten bogor #Masjid Harakatul Jannah