Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Krisis Air Mengancam, Petani Tanjungsari Bogor Bangun Tanggul Darurat dari Karung Pasir dan Batu di Sungai Cibeet

Muhammad Ali • Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:02 WIB

Kondisi saluran irigasi yang kekeringan. Para petani pun membangun tanggul darurat di Sungai Cibeet tepatnya di Bendungan Pandit, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Sabtu 28 Februari 2026.
Kondisi saluran irigasi yang kekeringan. Para petani pun membangun tanggul darurat di Sungai Cibeet tepatnya di Bendungan Pandit, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Sabtu 28 Februari 2026.

RADAR BOGOR – Puluhan petani di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, bergotong royong membangun tanggul darurat di Sungai Cibeet, tepatnya di Bendungan Pandit, Sabtu 28 Februari 2026.

Tanggul darurat itu dibuat dari karung berisi pasir dan batu yang disusun di badan Sungai Cibeet untuk menahan serta mengarahkan aliran air ke saluran irigasi persawahan.

Pembuatan tanggul darurat ini dilakukan sebagai upaya sementara mengatasi krisis air yang mulai mengancam lahan pertanian warga di sejumlah desa.

Para petani bahkan turun langsung ke dasar sungai untuk menyusun karung-karung tersebut secara manual.

Cece, petani asal Desa Sukarasa, mengatakan kerja bakti dilakukan rutin setiap pekan sebagai bentuk ikhtiar menyelamatkan sawah dari kekeringan.

“Kami gabungan petani dari beberapa desa membuat karung-karung berisi batu dan pasir untuk menahan penyebaran air dan mengarahkannya ke sawah," ujarnya kepada Radar Bogor, Sabtu 28 Februari 2026.

"Untuk sementara hanya ini yang bisa kami lakukan, setiap hari Sabtu, seminggu sekali, kami rutin kerja bakti,” tambahnya.

Menurutnya, air dari Sungai Cibeet tidak hanya dibutuhkan untuk irigasi sawah, tetapi juga dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci.

Sementara itu, petugas UPT Pengairan, Idam Mulyadi, menjelaskan bahwa pendangkalan sungai menjadi penyebab utama berkurangnya debit air yang masuk ke saluran irigasi.

“Faktor utamanya ada pada pintu penyaring air. Dulu, saat pintu masih berfungsi, saya rutin membersihkan sampah setiap dua bulan sekali. Setelah pintu rusak, sampah menumpuk dan menyebabkan pendangkalan. Batu, kerikil, dan koral membentuk semacam daratan di tengah sungai,” jelasnya.

Akibat pendangkalan tersebut, aliran air menuju Sungai Cikompeni sebagai sumber irigasi utama menjadi terhambat. Kondisi ini membuat distribusi air ke lahan persawahan tidak maksimal.

Kepala Dusun (Kadus) 3 Desa Sukarasa juga menyampaikan bahwa kerja bakti hampir dilakukan setiap minggu dengan peralatan seadanya seperti pacul dan sekop.

“Kami berharap pemerintah segera membantu dengan menurunkan alat berat agar pasir penyebab pendangkalan bisa segera diangkat dan risiko gagal panen dapat dicegah,” tegasnya.

Gotong royong para petani ini menjadi gambaran nyata kekompakan warga dalam menjaga sumber air.

Namun mereka berharap ada penanganan permanen dari pemerintah agar sistem irigasi di wilayah Tanjungsari kembali normal dan tidak lagi bergantung pada tanggul darurat. (cr1)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #Tanggul Darurat #tanjungsari