RADAR BOGOR - Lembaga Survei Indikator merilis survei kepuasan publik terhadap kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade selama menjabat satu tahun.
Indikator survei melakukan sejumlah bagian di antarnya kepuasan masyarakat kondisi pemerintahan, kondisi politik, keamanan serta ekonomi di Kabupaten Bogor.
Lembaga Survei Indikator juga secara spesifik melakukan survei tentang tingkat kepuasan publik terhadap kinerja bupati-wakil bupati Bogor yang hasilnya lebih dari 70 persen masyarakat Kabupaten Bogor puas dengan kinerja Bupati-Wakil Bogor di tahun pertama memimpin.
Rudy Susmanto memiliki nilai lebih tinggi dari wakilnya atas kinerja atau hasil kerja yang dilakukan selama setahun yakni nilai 80,3 persen masyarakat menyatakan puas.
Baca Juga: Jemaah Umrah Diminta Tunda Keberangkatan Imbas Konflik di Timur Tengah, Kemenhaj Pastikan Persiapan Haji Tetap Berjalan
Sedangkan wakilnya, Ade Ruhandi alias Jaro Ade mendapatkan sedikit lebih rendah yakni 79,3 persen atas kinerja yang dilakukan selama satu tahun.
Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro menjelaskan bahwa, angka atau nilai selisih yang sangat sedikit itu merupakan bukti keduanya saling mengisi.
"Kalau kita lihat memang, dari bupati dan wakil bupati Bogor sebenarnya tidak terlalu jauh, artinya ini memiliki kesetaraan," ujar Bawono Minggu, 1 Maret 2026.
Baca Juga: Tingkat Kepuasan Kinerja Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Capai 95,5 Persen dalam Satu Tahun, Salah Satunya Dipicu Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor
Karena, kata dia, Bupati Bogor Rudy memberikan ruang gerak yang setara untuk wakilnya dalam memaksimalkan kerja mereka.
Kemudian, Bawono menyebut, hal tersebut sangat berbeda dengan hasil survei kepuasan publik atas kinerja Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan.
Baca Juga: Bupati Bogor Ajak Jaga Hulu Sungai Ciliwung, Rudy Susmanto: Telaga Saat, Telaga Warna itu Harus Kita Rawat Bersama
Pada survei tersebut, 97,0 persen warga puas terhadap kinerja Dedi Mulyadi sedangkan Erwan Setiawan mendapat 76,6 persen atau selisih 20 persen lebih dari sang gubernur.
Hal itu disebabkan oleh sejumlah faktor, di antaranya dominasi Dedi Mulyadi di media sosial dan dalam kerja-kerja lainnya yang dilakukan secara mandiri.
"Lain hal dalam konteks Jawa Barat, bedanya jomplang hampir 20 persen, ini kalau misalnya kinerja gak terlalu beda, berarti ada namanya keselarasan antar kerja bupati dan wakil bupati," pungkasnya.(abl)