RADAR BOGOR – Keberangkatan 2.500 calon jemaah haji asal Kabupaten Bogor tahun 2026 dibayangi ketidakpastian. Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi berdampak pada jadwal penerbangan menuju Tanah Suci.
Kepala Kementerian Agama Urusan Haji dan Umrah Kabupaten Bogor, Muslimin, mengatakan bahwa tahun ini terdapat dua kelompok terbang (kloter) jemaah haji dari Bumi Tegar Beriman. Kloter pertama dijadwalkan berangkat pada Rabu, 24 Maret 2026 mendatang, dan kloter kedua pada Kamis, 7 April 2026 mendatang.
"Sekitar 2.500 an jemaah (yang berangkat)," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa, 3 Februari 2026.
Menurutnya, potensi penundaan sangat bergantung pada kebijakan maskapai penerbangan yang digunakan para jemaah. Situasi keamanan di wilayah udara Timur Tengah membuat sejumlah maskapai mempertimbangkan penundaan bahkan pembatalan penerbangan.
"Tapi kalau maskapainya tetap melakukan penerbangan insyaallah tidak ada jamaah yang terdampak, karena gak semua maskapai menunda atau membatalkan penerbanganya," jelas Muslimin.
Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi resmi terkait adanya pembatalan atau penundaan keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Bogor.
Sementara itu, untuk jemaah umrah yang sedang berada di Arab Saudi, Muslimin menyebut belum ada laporan mengenai jemaah asal Kabupaten Bogor yang tertahan akibat situasi tersebut.
"Sampai saat ini belum ada info dampak yang dialami oleh jamaah umrah asal Bogor," tandasnya.(Cr1)
Editor : Eka Rahmawati