Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Warga Cijeruk Bogor Terjebak hingga Para TKW Terlantar Usai Penerbangan Dibatalkan Imbas Konflik di Timur Tengah

Muhammad Ali • Selasa, 3 Maret 2026 | 23:35 WIB

Aliyyah Shihab, warga Cijeruk, Kabupaten Bogor terjebak di Muskat, Oman imbas konflik di Timur Tengah.
Aliyyah Shihab, warga Cijeruk, Kabupaten Bogor terjebak di Muskat, Oman imbas konflik di Timur Tengah.

RADAR BOGOR – Konflik di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada penutupan penerbangan internasional yang mengakibatkan warga Cijeruk, Kabupaten Bogor terjebak serta ratusan Tenaga Kerja Wanita (TKW) terlantar.

Aliyyah Shihab, warga Cijeruk, Kabupaten Bogor yang tertahan di luar negeri tepatnya di Muskat, Oman, bersama suami dan anaknya akibat pembatalan penerbangan dari Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

"Aku ada perusahaan ekspor impor, aku, suami, dan anak berangkat ke Dubai, harusnya kami pulang tanggal 28 Februari, tetapi ketika mau check in ternyata cancel flights dan bandara ditutup, semua penerbangan dari bandara Dubai di-cancel," ujar Aliyyah kepada Radar Bogor, Selasa, 3 Maret 2026.

Tak ingin berlama-lama tertahan, Aliyyah dan keluarganya memutuskan menempuh perjalanan darat menggunakan bus menuju Muskat, Oman dengan harapan bisa terbang dari sana, tetapi setibanya di Muscat, kondisi serupa juga terjadi.

"Dan aku naik bis ke Oman, rencana terbang dari Oman, ternyata di Oman pun banyak cancel flights dari beberapa maskapai," katanya.

Menurut Aliyyah, situasi tersebut juga berdampak pada para TKW dan ia menyebut ada sejumlah TKW yang sebelumnya transit di Doha, Qatar, tetapi karena bandara ditutup, pesawat mereka dialihkan ke Muskat.

"Pesawat Qatar Airways yang seharusnya tujuan ke Doha justru landing mendadak di Muskat Airport dan di dalamnya ada ratusan TKW yang harusnya ke Doha, jadi harus berada di Muskat Oman," ungkapnya.

Tak hanya itu, ada pula TKW yang hendak bekerja ke Bahrain menggunakan maskapai Oman Air yang akhirnya tertahan di Muskat. Beberapa lainnya masih terjebak di Dubai, Abu Dhabi, Doha, Kuwait, hingga Bahrain karena penutupan atau pembatalan penerbangan.

"Alhamdulillah saya mendapatkan fasilitas dari pihak maskapai Qatar Airways berupa hotel dan tigas kali makan, semua biaya ditanggung maskapai," tuturnya.

Namun, ia menyaksikan sendiri masih banyak TKW yang terlantar di bandara Muskat dan Dubai. Kapasitas hotel yang penuh membuat tidak semua penumpang memperoleh fasilitas penginapan dan konsumsi.

"Saya kasian lihat mereka tidak punya uang, tidak punya ATM yang bisa diakses internasional seperti Visa atau Mastercard. Jadi saya bantu beli makanan dan minuman seadanya, tapi tidak semua juga saya bisa bantu karena ada banyak sekali dan berpencar," tandasnya.

Aliyyah berharap konflik segera berakhir agar aktivitas penerbangan kembali normal serta adanya dukungan dari pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk membantu para WNI yang terdampak. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #Cijeruk #penerbangan #timur tengah