RADAR BOGOR - PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) bersama Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan (AJPLI) kembali menegaskan komitmennya terhadap praktik keberlanjutan lingkungan serta tanggung jawab sosial melalui penyelenggaraan kegiatan bertajuk Ramadhan Sustainability Talk and Media Gathering 2026.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan forum diskusi bertema lingkungan bersama kalangan media dan aksi pembagian bibit pohon, tetapi juga diisi dengan penyaluran ribuan paket sembako bagi warga Desa Nambo dan Desa Bantarjati, Kabupaten Bogor.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar area operasional.
Baca Juga: Belum Ditemukan Kasus di Bogor, BNN Waspadai Penyalahgunaan Narkotika Melalui Vape
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya PPLI dalam membangun kolaborasi antara sektor industri, media, dan masyarakat guna meningkatkan kesadaran sekaligus mendorong aksi nyata terkait isu lingkungan dan keberlanjutan sosial.
Penasihat Rumah Yatim Bogor, Nurfadillah, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dinilai mampu mempererat kerja sama antara dunia usaha dan masyarakat melalui program yang memberikan manfaat langsung.
Menurutnya, pelestarian lingkungan memerlukan keterlibatan berbagai pihak, sehingga kegiatan kolaboratif seperti ini menjadi sarana penting untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus gerakan bersama.
Baca Juga: Akhirnya Terungkap, Dedie Rachim Buka-Bukaan Soal Kondisi Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin
“Upaya menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi banyak pihak, kegiatan seperti ini menjadi ruang untuk membangun kepedulian sekaligus aksi bersama,” ujar Nurfadillah kepada Radar Bogor.
Dalam sesi diskusi, PPLI menghadirkan dua pembicara internal, yaitu LSS Manager Ahmad Farid dan Laboratory Manager Muhammad Yusuf Firdaus. Keduanya memaparkan peran industri dalam pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab serta pentingnya penerapan standar teknis dalam proses pengelolaan limbah.
Ahmad Farid menegaskan bahwa konsep keberlanjutan seharusnya menjadi bagian integral dari strategi operasional perusahaan, bukan sekadar kewajiban administratif untuk memenuhi regulasi. Ia menilai pendekatan tersebut juga dapat mendorong efisiensi kerja, inovasi, serta tanggung jawab lingkungan secara menyeluruh.
Sementara itu, Muhammad Yusuf Firdaus menjelaskan bahwa laboratorium memiliki fungsi krusial dalam memastikan setiap tahapan pengolahan limbah berjalan sesuai standar melalui proses pengujian yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Melalui rangkaian kegiatan Ramadhan ini, PPLI berharap kontribusi perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dapat terus diperkuat sekaligus memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat sekitar.(faj)
Editor : Eka Rahmawati