Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dugaan Menu MBG Basi di Klapanunggal Bogor Viral, Sekolah Sebut Hanya Bau Ungkep Karena Dipacking Saat Panas

Muhammad Ali • Sabtu, 7 Maret 2026 | 17:33 WIB

Tangkapan layar video salah satu guru SDIT As-Salam Islamic Green School saat mengecek menu MBG, Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
Tangkapan layar video salah satu guru SDIT As-Salam Islamic Green School saat mengecek menu MBG, Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR – Video yang menampilkan dugaan menu Makan Bergizi Gratis atau MBG dalam kondisi basi di sebuah sekolah di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, viral di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan menu MBG berupa ayam, tempe, dan tahu yang disebut-sebut belum matang dan hanya diberi bumbu marinasi sebelum dibagikan kepada siswa.

Peristiwa itu disebut terjadi di SDIT As-Salam Islamic Green School, Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Pihak sekolah pun memberikan klarifikasi terkait video menu MBG yang beredar tersebut.

Kepala Sekolah, Lia Faridha menjelaskan bahwa makanan yang terlihat dalam video sebenarnya bukan dalam kondisi basi. Menurutnya, aroma yang muncul berasal dari uap makanan panas yang langsung ditutup saat proses pengemasan.

"Kemarin itu yang divideokan itu sebenarnya kita menvideokan untuk mengklarifikasi bahwasanya bukan bau basi, tapi memang karena panas-panas dipacking jadinya uap bau ungkepan," ujarnya kepada Radar Bogor, Sabtu 7 Marer 2026.

Ia mencontohkan pada menu jagung yang sempat dikeluhkan. Menurutnya, jagung yang baru dimasak dan langsung ditutup dalam kemasan memang bisa menimbulkan aroma yang dianggap tidak sedap.

"Padahal mah ketika saya merasakan, saya cuci terus dimasak, direbus bentar ya gak apa-apa," ungkapnya.

Meski begitu, pihak sekolah tetap menyampaikan evaluasi kepada penyedia makanan, yakni dapur SPPG Cikahuripan Klapanunggal, agar kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa bisa diperbaiki.

Lia menambahkan, program MBG di wilayah Klapanunggal sendiri masih tergolong baru berjalan. Menurutnya, pelaksanaan program tersebut di sekolahnya bahkan belum genap satu bulan.

Ia juga mengaku sudah beberapa kali memberikan masukan kepada pihak penyedia makanan terkait menu yang dibagikan kepada siswa. Salah satunya soal kurma yang sebelumnya diberikan dalam menu MBG berupa kurma eceran.

"Makanya dijadiin pisang, saya juga sudah sampaikan banyak yang kita sampaikan ke SPPG nya, jangan ini jangan itu," tuturnya.

Di sisi lain, Lia menilai polemik serupa kemungkinan tidak hanya terjadi di sekolahnya. Ia menduga kasus tersebut menjadi viral karena ada pihak yang mengunggahnya ke media sosial.

Lia menyayangkan polemik tersebut pihak sekolah justru menjadi sorotan, padahal sekolah tidak terlibat langsung dalam pengelolaan dapur program MBG.

"Saya bingung seperti ini. Semenjak ada MBG akhirnya diteror, nih yang salah siapa, yang terjadi gimana, saya jadi geram," pungkasnya. (cr1)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #Klapanunggal #Mbg