RADAR BOGOR – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) menyoroti polemik terkait dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan Hotel Sayaga di Kabupaten Bogor.
Proyek pembangunan Hotel Sayaga Bogor yang didanai melalui penyertaan modal daerah dengan nilai cukup besar tersebut dinilai sebagai aset publik yang bersumber dari anggaran masyarakat.
Oleh karena itu, pengelolaan Hotel Sayaga Bogor harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Presiden Mahasiswa BEM UMBARA, Muhamad Afif Zaelani, menyampaikan bahwa pihaknya mencermati proses penyelidikan yang tengah dilakukan oleh Polda Jawa Barat melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus dengan memanggil sejumlah pihak terkait.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi harapan masyarakat agar dugaan penyimpangan dalam proyek itu dapat diungkap secara jelas dan terbuka.
BEM UMBARA pun berharap proses penyelidikan dapat berjalan hingga tuntas serta dilakukan secara transparan kepada masyarakat.
Jika ditemukan indikasi tindak pidana korupsi, mereka meminta agar kasus tersebut berani dibawa ke proses hukum di pengadilan.
Selain itu, mahasiswa menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh berhenti pada tahap pemeriksaan awal saja, melainkan harus mampu menjawab kekhawatiran masyarakat terkait penggunaan anggaran daerah.
BEM UMBARA juga menyatakan kesiapan untuk mengambil sikap dan menyiapkan langkah aksi sebagai bentuk kontrol sosial, guna memastikan setiap aset publik benar-benar dikelola demi kepentingan masyarakat.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga