Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menelusuri Tol Bocimi hingga Jalur Fungsional Seksi 3 pada Arus Mudik Lebaran 2026: Perjalanan Bogor–Sukabumi Lebih Cepat

Muhammad Ali • Selasa, 17 Maret 2026 | 21:54 WIB

Kondisi H-3 jalur fungsional Tol Bocimi seksi 3 yang baru dibuka untuk arus mudik Lebaran 2026.
Kondisi H-3 jalur fungsional Tol Bocimi seksi 3 yang baru dibuka untuk arus mudik Lebaran 2026.

RADAR BOGOR – Pagi itu, jarum jam baru saja menunjuk pukul 09.43 WIB ketika Tim Radar Bogor mulai melaju dari Tol Lingkar Bogor melalui Jalan Sholeh Iskandar. Langit cerah, lalu lintas terbilang lancar sebuah pertanda baik untuk perjalanan menuju Sukabumi yang selama ini dikenal memakan waktu panjang.

Hanya berselang lima menit, kendaraan sudah tiba di Gerbang Tol Sentul Barat. Dengan tarif Rp12.000 untuk jarak 5,3 kilometer, perjalanan terasa ringan. Roda terus berputar, menembus ruas demi ruas yang kini semakin terhubung.

Dari Sentul Barat menuju Ciawi 1, waktu tempuh tak sampai sepuluh menit. Tepat pukul 09.55 WIB, tim sudah berada di gerbang berikutnya setelah melintasi 9,6 kilometer dengan tarif Rp7.500. Perjalanan yang dulunya identik dengan kepadatan, kini mulai menunjukkan wajah baru, ebih cepat, lebih efisien.

Memasuki ruas menuju Caringin Utama, laju kendaraan tetap stabil. Pukul 10.06 WIB, tim tiba setelah menempuh 9,7 kilometer, jalan tol seakan menjadi jawaban atas kerinduan para pemudik akan perjalanan yang lebih singkat. Namun, bagian paling menarik dari perjalanan ini baru saja dimulai.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Gerbang Tol Bocimi jalur fungsional Seksi 3 dengan tarif tol Rp36.000. Tim tiba pada pukul 10.22 WIB setelah menempuh jarak sekitar 27 kilometer. Pada jalur fungsional Seksi 3 ini, pengguna jalan tidak dikenakan tarif alias gratis.

Meski demikian, jalur ini belum sepenuhnya sempurna. Kontur jalan yang bergelombang dan perbedaan ketinggian di beberapa titik menjadi pengingat bahwa ruas ini masih dalam tahap penyempurnaan. Pengendara pun dituntut lebih waspada, menyesuaikan kecepatan demi keselamatan.

Delapan menit kemudian, tepat pukul 10.30 WIB, tim keluar dari jalur fungsional setelah melintasi sekitar 5,3 kilometer. Di titik ini, pilihan arah terbuka ke kiri menuju Nagrak, atau ke kanan menuju Kota Sukabumi. Sebuah simpul yang mempercepat konektivitas wilayah.

Di balik kelancaran perjalanan tersebut, ada peran aparat yang siaga. Kapolsek Nagrak yang juga Kapospam Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Muhammad Damar, memastikan pengamanan berjalan optimal, khususnya di jalur fungsional tol bocimi seksi 3 yang baru saja di buka.

“Kami sudah pasang pemberitahuan dan pengumuman bahwa batas kecepatan maksimum hanya 40 km per jam karena jalan disini masih belum stabil,” ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa, 17 Maret 2026.

Imbauan itu bukan tanpa alasan, keselamatan tetap menjadi prioritas utama, terlebih di jalur yang masih dalam tahap penguatan struktur jalan. Meski sempat ditemukan gelombang di beberapa titik, terutama di pintu keluar, kondisi kini berangsur normal seiring proses pengerasan material.

“Bagi para pemudik apabila mengantuk ataupun dalam istilah orang sunda biasanya ngalenyap, dalam bahasa Inggrisnya mungkin micro sleep, sudah kita siapkan di KM 75 itu ada rest area jadi di sana bisa beristirahat, disediakan toilet portable kemudian tenda untuk mushola, untuk beristirahat,” tandasnya.

Perjalanan Bogor–Sukabumi yang dulu terasa panjang dan melelahkan, kini perlahan berubah. Jalur fungsional Bocimi Seksi 3 memang belum sempurna, tetapi ia sudah menjadi simbol kemajuan membuka akses, memangkas waktu, dan menghadirkan harapan baru bagi para pemudik. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
#tol bocimi #bogor #sukabumi