RADAR BOGOR – Menghadapi kenaikan harga bahan pokok selama bulan Ramadhan, Aliansi BEM se-Bogor menginisiasi kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk #KampungRamadhan di Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Program ini dilaksanakan selama empat hari, dari tanggal 13 hingga 16 Maret 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan penekanan pada penguatan ekonomi masyarakat desa serta peningkatan pemahaman keagamaan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa bekerja sama dengan organisasi pemuda setempat, Prismada, agar program dapat terus berlanjut di tingkat desa.
Sebagai upaya membantu warga menghadapi tekanan ekonomi, Aliansi BEM se-Bogor menyalurkan 400 paket sembako bersubsidi melalui mekanisme pasar murah. Paket itu berisi kebutuhan dasar seperti beras, minyak goreng, dan gula. Selain itu, lebih dari 700 kilogram beras juga diberikan secara langsung kepada masyarakat kurang mampu di wilayah Pamijahan.
Perhatian juga diberikan pada sektor UMKM. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa menyediakan 15 tenda bazar untuk membantu pelaku usaha lokal meningkatkan penghasilan selama bulan Ramadhan.
Koordinator Aliansi BEM se-Bogor, Indra Mahfuzhi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya akibat kenaikan harga pangan menjelang hari raya.
“Ramadhan tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga sarana pembelajaran sosial. Mahasiswa memiliki peran penting untuk menghadirkan solusi di tengah masyarakat. Melalui program ini, kami berupaya membantu secara ekonomi lewat pasar murah dan dukungan UMKM, sekaligus memperkuat nilai keagamaan melalui kegiatan edukatif,” ungkapnya kepada Radar Bogor.
Selain fokus pada aspek ekonomi, program ini juga mengedepankan kegiatan edukasi dan syiar Islam. Sebanyak 100 mushaf Al-Qur’an tajwid diwakafkan kepada Ma’had Darul Hijrah guna mendukung para penghafal Al-Qur’an. Kegiatan lainnya meliputi Kajian Malam Ramadhan, santunan bagi anak yatim, serta doa bersama tokoh masyarakat.
Ia menambahkan, sinergi dengan pemuda Desa Pasarean menjadi faktor penting dalam mendorong perubahan positif melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat lokal.
Melalui inisiatif ini, Aliansi BEM se-Bogor berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam gerakan sosial yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus menciptakan kehidupan sosial yang lebih adil dan inklusif.(Cr1)
Editor : Eka Rahmawati