RADAR BOGOR - Libur Lebaran yang seharusnya menjadi momen menyenangkan, justru berubah menjadi ujian kesabaran bagi para wisatawan yang hendak menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.
Memasuki hari kelima Lebaran, arus lalu lintas di Simpang Gadog, tepat setelah Exit Tol Jagorawi, terpantau padat merayap sejak pagi hari, Rabu 25 Maret 2026.
Antrean kendaraan terlihat mengular panjang tanpa jeda, didominasi oleh mobil pribadi yang membawa wisatawan dari arah Jakarta.
Kepadatan ini, menjadi pemandangan yang hampir tak terhindarkan setiap musim liburan, terutama saat destinasi Puncak menjadi tujuan favorit.
Petugas kepolisian dari Satlantas Polres Bogor pun mengambil langkah cepat dengan memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way).
Dalam keterangannya, KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto menjelaskan, sejak pagi hari arus kendaraan menuju Puncak terus meningkat signifikan.
Ia menyampaikan, sekitar pukul 08.30 WIB, kebijakan one way diberlakukan dari arah Jakarta menuju Puncak guna mengurai kepadatan antrean kendaraan.
Sementara itu, kendaraan dari arah Puncak menuju Jakarta untuk sementara tidak diperbolehkan melintas, kecuali sepeda motor yang masih bisa menggunakan jalur alternatif di sisi jalan.
Lonjakan volume kendaraan menjadi faktor utama kemacetan ini.
Sejak pukul 07.00 WIB, tercatat lebih dari 2 ribu kendaraan telah memasuki kawasan Puncak, angka yang dinilai cukup tinggi untuk memicu kepadatan ekstrem.
Pihak kepolisian menilai, kondisi tersebut sudah memenuhi syarat untuk diterapkannya rekayasa lalu lintas demi menjaga kelancaran arus kendaraan, khususnya bagi wisatawan yang ingin menikmati libur Lebaran di kawasan pegunungan tersebut.
Di tengah situasi ini, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam merencanakan perjalanan.
Pengendara disarankan menghindari jam-jam puncak, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta tetap menjaga keselamatan dan kesabaran selama perjalanan.
Kemacetan di Jalur Puncak seolah menjadi cerita klasik setiap musim liburan.
Namun di balik padatnya kendaraan, tersimpan harapan para wisatawan untuk menikmati sejuknya alam dan melepas penat meski harus rela terjebak antrean panjang di jalan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim