Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Lebaran Cakung, Momen Pertemuan Warga Kranggan Bogor dan Bekasi di Makam Panjang Gunung Putri

Muhammad Ali • Kamis, 26 Maret 2026 | 20:29 WIB

Warga saat berziarah di makam panjang Desa Kranggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis, 26 Maret 2026.
Warga saat berziarah di makam panjang Desa Kranggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis, 26 Maret 2026.

RADAR BOGOR – Momen Hari Raya Idul Fitri tak hanya dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga dan menikmati hidangan khas Lebaran, tetapi juga menjadi waktu untuk mempererat silaturahmi melalui tradisi ziarah.

Hal itu terlihat di Gang Cakung, Desa Kranggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Sebuah makam sepanjang sekitar 10 meter yang diyakini sebagai tempat peristirahatan Mbah Pidin menjadi pusat perhatian dan dikunjungi ribuan peziarah setiap tahunnya.

Para peziarah datang dari berbagai daerah, terutama dari Bogor dan Bekasi. Mereka bergantian membaca tahlil dan memanjatkan doa, sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang dikenal sakti dan bijak semasa hidupnya.

Salah satu warga asal Bekasi, Aldi, mengatakan bahwa tradisi ini menjadi momen yang selalu dinantikan setiap tahunnya.

“Setiap tahun kami datang ke sini, bukan hanya untuk ziarah, tapi juga untuk bertemu saudara, ini sudah kayak tradisi gitu,” ujarnya kepasa Radar Bogor, Kamis 26 Maret 2026.

Tak hanya sebagai tradisi ziarah, momen ini juga menjadi ajang pertemuan keluarga besar keturunan Mbah Pidin yang tersebar di berbagai wilayah. Mereka memanfaatkan waktu tersebut untuk bersilaturahmi dan mempererat hubungan kekeluargaan yang telah terjalin sejak lama.

Mbah Pidin sendiri dikenal sebagai tokoh pemersatu umat pada abad ke-15. Hingga kini, jejak keturunannya masih terjaga, khususnya di wilayah Kranggan Gunung Putri dan Kranggan Bekasi.

Dalam tradisi turun-temurun itu, warga Kranggan Bekasi dianggap sebagai pihak yang lebih muda. Karena itu, setiap Idulfitri, mereka datang untuk bersilaturahmi dengan warga Kranggan Gunung Putri sebagai bentuk penghormatan sekaligus menjaga hubungan kekeluargaan.

Ia menambahkan, tradisi Lebaran Cakung tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antarwarga lintas wilayah.

“Walaupun tinggalnya berbeda daerah, tapi kami tetap merasa satu keluarga, tradisi ini yang menjaga kebersamaan itu,” tandasnya.(Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #Lebaran cakung #Makam Panjang #Gunung Putri