RADAR BOGOR – Pemkab Bogor terus mendorong pelaku industri kecil menengah (IKM) agar mampu menembus pasar yang lebih luas dengan menjadi bagian dari rantai pasok industri besar di wilayahnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kabupaten Bogor, Mely Kamelia, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan strategi untuk meningkatkan daya saing produk lokal ke industri besar sekaligus memperkuat sektor industri daerah.
“Ke depan kami ingin mendorong kemitraan antara industri kecil menengah dengan industri besar yang ada di Kabupaten Bogor. Harapannya produk-produk IKM dapat menjadi pemasok bagi industri besar sehingga pasar mereka semakin luas,” ujarnya, Rabu 1 April 2026.
Baca Juga: Jadi Ruang Curhat dan Solusi Gen Z, Pemkab Bogor Luncurkan Wadah Podcast Bengkel Hati Remaja
Menurutnya, banyaknya industri besar yang beroperasi di Kabupaten Bogor menjadi peluang besar bagi pelaku IKM untuk berkembang.
Dengan menjalin kemitraan, produk IKM berpotensi masuk ke dalam rantai pasok industri, baik sebagai bahan baku, komponen, maupun produk pendukung lainnya.
“Industri besar di Kabupaten Bogor jumlahnya cukup banyak. Ini menjadi peluang bagi IKM untuk ikut terlibat sebagai pemasok, tentunya dengan memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan,” jelasnya.
Baca Juga: Soal Flyer Aksi di Kediaman Presiden Prabowo Subianto, Pemuda LIRA Bogor Tegaskan Hoaks
Untuk mewujudkan hal tersebut, Disdagin Kabupaten Bogor melakukan berbagai upaya pembinaan kepada pelaku IKM.
Pembinaan dilakukan secara bertahap, mulai dari peningkatan kualitas produk, penyediaan alat produksi, hingga pendampingan agar pelaku usaha mampu memenuhi standar industri.
“Karena itu kami siapkan tahapannya. Mulai dari pembinaan, penyediaan alat produksi, hingga peningkatan kualitas produk agar dapat diterima oleh industri besar,” tambah Mely.
Baca Juga: Posko Angkutan Lebaran 2026 Resmi Ditutup, Mobilitas Masyarakat Tembus 147,55 Juta Perjalanan
Selain memperkuat kemitraan, Disdagin juga terus mengembangkan sentra-sentra IKM unggulan di Kabupaten Bogor.
Salah satu yang cukup dikenal adalah sentra industri logam di Kecamatan Citeureup yang telah lama berkembang.
“Di Citeureup ada sentra industri logam yang sudah lama berkembang. Produk yang dihasilkan antara lain loyang, oven, hingga berbagai peralatan industri makanan,” ungkapnya.
Ia menilai, sentra industri tersebut memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan mendukung berbagai sektor usaha, khususnya di bidang kuliner dan industri makanan.
Di sisi lain, kinerja perdagangan Kabupaten Bogor juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan data yang ada, Kabupaten Bogor masuk dalam tiga besar penyumbang ekspor di Jawa Barat pada semester pertama tahun 2025.
“Kalau melihat data, Kabupaten Bogor termasuk tiga besar penyumbang ekspor di Jawa Barat pada semester pertama tahun 2025,” tuturnya.
Tak hanya itu, Disdagin juga terus memperluas akses pasar bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kemitraan dengan ritel modern.
Baca Juga: ENHYPEN Resmi Perbarui Fanchant untuk 18 Lagu Jelang Konser World Tour BLOOD SAGA 2026-2027
Produk yang telah memenuhi standar kualitas, kemasan, dan branding didorong untuk dapat dipasarkan di toko modern.
“Kami menjembatani kemitraan antara UMKM dengan toko modern. Produk-produk UMKM kami kurasi terlebih dahulu agar memenuhi standar kualitas, kemasan, dan branding sehingga bisa masuk ke pasar ritel modern,” katanya.
Melalui berbagai program tersebut, Ia mengatakan pelaku usaha lokal dapat terus berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Baca Juga: Duet Sydney Sweeney dan Kirsten Dunst Siap Teror Penonton di Sekuel The Housemaid
“Harapannya produk-produk lokal Kabupaten Bogor tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional,” pungkasnya. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin