Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Yonpomad Gandeng Kemenag dan LAZ Rabbani Edukasi Remaja, Tekan Stunting Lewat Pernikahan Dini di Bogor

Yosep Awaludin • Kamis, 2 April 2026 | 11:35 WIB
Kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah, di Mako Yonpomad Kamis 2 April 2026
Kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah, di Mako Yonpomad Kamis 2 April 2026

RADAR BOGOR – Yonpomad bersama Kementerian Agama (Kemenag), LAZ Rabbani, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, serta Sekolah Digital Bisnis menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah, Kamis 2 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Mako Yonpomad Jonggol ini menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor dalam memberikan edukasi kepada remaja, khususnya terkait pernikahan dini, bahaya narkotika, serta kesiapan menuju masa depan.

Danyonpomad Puspomad, Letkol Cpm Mochamad Nurul Ichsan mengatakan, kegiatan ini bertujuan membekali remaja dengan pengetahuan dan referensi sebelum mengambil keputusan besar dalam hidup, termasuk pernikahan.

Baca Juga: Siap-Siap Dibuat Baper! IU dan Byun Woo-seok Jadi Pasangan Kontrak dalam Drama Korea 21st Century Grand Prince's Wife

“Pernikahan itu harus dipersiapkan dengan matang. Remaja perlu ilmu, pengalaman, dan pandangan dari narasumber agar bisa menentukan kapan mereka siap menikah,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan ini menyasar pelajar SMA/sederajat di wilayah Kecamatan Jonggol dan Cariu, yang diharapkan dapat menjadi bekal dalam merencanakan masa depan secara lebih matang.

Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman terkait bahaya narkotika. Harapannya, para remaja dapat menjauhi penyalahgunaan narkoba demi meraih cita-cita mereka.

Baca Juga: Carmen Hearts2Hearts Jadi Tamu Spesial di Acara Makan Siang Bareng Presiden Prabowo dan Presiden Korsel Lee Jae Myung

“Kami ingin sejak dini mereka punya kesadaran untuk menjauhi narkotika dan fokus pada masa depan,” tambahnya.

Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin, tergantung pada respons masyarakat dan dukungan berbagai pihak.

Sementara itu, Ketua LAZ Rabbani, Muhammad Faried, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya angka kemiskinan ekstrem dan pernikahan dini di wilayah Bogor, khususnya Jonggol dan Cariu.

Baca Juga: Waspadai Penipuan Digital, BRI Ingatkan Bahaya Link Palsu

Ia menuturkan, kasus pernikahan dini di wilayah tersebut masih cukup tinggi, bahkan ditemukan remaja menikah di usia 14 tahun.

“Ini sangat memprihatinkan. Dampaknya tidak hanya pada kesiapan mental, tapi juga berpengaruh pada kualitas gizi anak dan berpotensi menimbulkan stunting,” jelasnya.

Menurutnya, langkah preventif melalui edukasi menjadi kunci untuk memutus rantai masalah tersebut.

“Daripada kuratif, lebih baik preventif. Ini adalah langkah awal (kick-off) dan kami berharap bisa diperluas ke tingkat yang lebih luas,” katanya.

Baca Juga: JPO Tegar Beriman Ditargetkan Rampung Juni, Hari Jadi Bogor ke 544 Bisa Digunakan Warga

Faried juga menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mengatasi persoalan sosial, termasuk pernikahan dini dan kemiskinan.

“Ini bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Kita harus bersama-sama menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerjasama Zakat Wakaf, Direkturat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kemenag RI Muhibuddin, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. 

Baca Juga: Park Seo Joon Jadi Villain dalam Drama Baru Adaptasi dari Webtoon Populer Bareng Uhm Tae Goo dan Jo Hye Joo

Ia menilai program Bimbingan Remaja Usia Sekolah sangat penting dalam menyiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan.

“Remaja adalah future leaders. Mereka perlu dibekali pengetahuan dan pemahaman agar siap menghadapi kehidupan, termasuk dalam pernikahan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pernikahan dini berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, termasuk tingginya angka perceraian di usia muda.

Baca Juga: Update Bansos 2 April 2026, Simak Kelanjutan Distribusi Pangan di Wilayah Ini dan Pembukaan Usulan Data DTKS

“Pernikahan adalah ibadah panjang yang membutuhkan kesiapan. Jangan sampai dilakukan tanpa pemahaman yang cukup,” tegasnya.

Kemenag sendiri memiliki program prioritas pembinaan remaja, termasuk edukasi usia nikah ideal serta program pemberdayaan ekonomi berbasis KUA guna mendukung pasangan muda agar lebih siap secara finansial.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir generasi muda yang lebih matang, berakhlak, serta mampu menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik.

Ia mengapresiasi langkah LAZ Rabbani yang ikut berkolaborasi dalam pelaksanaan program ini, bersama Kantor Kemenag Kabupaten Bogor dan Batalyon Pomad Puspomad. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#yonpomad #edukasi #LAZ Rabbani