RADAR BOGOR - Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, pada Kamis malam, 2 April 2026, memicu pergeseran tanah yang menyebabkan jalan desa amblas sepanjang kurang lebih 30 meter.
Peristiwa ini terjadi di Kampung Malingping RT 01 RW 09 dan langsung memutus akses utama penghubung antar kampung.
Kejadian tersebut bermula sekitar pukul 19.00 WIB saat intensitas hujan cukup tinggi mengguyur kawasan tersebut.
Warga yang berada di sekitar lokasi melaporkan terdengarnya suara gemuruh dari dalam tanah, disertai runtuhan tanah dan robohnya pepohonan di sekitar area terdampak.
Kepala BPD Desa Sukasari, Ridwan Oling, bersama Ketua RW 09 Dede Sulaeman, segera turun ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Mereka didampingi oleh aparat setempat seperti Babinsa dan Ketua RT untuk memantau kondisi terkini serta memastikan situasi tetap terkendali.
Dalam keterangannya, Ridwan Oling menjelaskan, jalan yang amblas tersebut merupakan akses vital bagi warga karena menjadi jalur penghubung antar kampung.
Ia menyebutkan bahwa panjang jalan yang terdampak mencapai sekitar 30 meter dan saat ini tidak dapat dilalui sama sekali.
Lebih lanjut, Ridwan juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dan melaporkan kejadian ini kepada Pemerintah Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor guna segera dilakukan penanganan dan langkah mitigasi lanjutan.
Sementara itu, Ketua RW 09 Dede Sulaeman menuturkan bahwa lokasi pergeseran tanah memang tidak berada tepat di area permukiman.
Namun demikian, terdapat sekitar lima hingga enam rumah warga yang berjarak kurang lebih 50 meter dari titik longsoran, sehingga tetap perlu diwaspadai potensi pergerakan tanah lanjutan.
Ia juga berharap agar kondisi tidak semakin memburuk, mengingat masih terlihat adanya retakan tanah di sekitar lokasi kejadian.
"Semoga tidak semakin panjang tanah yang alami retak dan amblas," jelasnya.
Oleh karena itu, pelaporan cepat kepada pihak terkait dilakukan sebagai langkah antisipasi dini terhadap risiko bencana susulan.
Camat Rumpin, Icang Aliuddin, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Ia menyatakan telah menerima laporan dari warga dan aparatur lingkungan setempat, serta langsung meneruskan informasi tersebut kepada pihak BPBD dan pemerintah desa untuk segera melakukan pengecekan lapangan.
Baca Juga: Jadi Sarang Peredaran Barang Terlarang, Lokasi di Kemang Bogor Digerebek Polisi, Ini Hasilnya
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPBD Kabupaten Bogor masih dalam proses koordinasi dan belum memberikan keterangan resmi terkait langkah penanganan lebih lanjut di lokasi terdampak.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam, terutama di tengah intensitas hujan tinggi yang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor dalam beberapa hari terakhir. (sir)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim