RADAR BOGOR - Persoalan sampah liar di wilayah Barat Kabupaten Bogor perlu mendapatkan perhatian serius.
Minimnya kemitraan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tidak diiringi dengan kesadaran masyarakat, membuat sampah liar terus menumpuk.
Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah VII Jasinga pada DLH Kabupaten Bogor, Suryadi mengatakan, jumlah volume sampah liar di wilayah tugasnya terus mengalami peningkatan.
"Ada beberapa titik yang menjadi langganan sampah liar. Kemarin pasca momen Idul Fitri, kami mengangkut sampah liar mencapai 8 ton atau tiga dump truk," ungkapnya kepada Radar Bogor, Kamis 2 April 2026.
UPT Pengelolaan Sampah Wilayah VII Jasinga sendiri meliputi wilayah Kecamatan Jasinga, Tenjo, Parungpanjang, Rumpin, Cigudeg, dan Sukajaya.
Menurut Suryadi, kemitraan masyarakat dengan DLH dalam pengangkutan sampah masih cukup minim.
Baca Juga: Beri Akses Nyaman untuk Warga Bogor Selatan, 14 Bangunan Liar di Rangga Mekar Dibongkar
Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab munculnya sampah-sampah liar yang dibuang sembarangan.
"Memang kemitraan ini sifatnya tidak memaksa, namun kami berharap masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Karena sampah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah," tuturnya.
Selama ini, pihak UPT dituntut menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pengelolaan sampah.
Namun di sisi lain, mereka juga harus mengangkut sampah liar yang seiring waktu jumlahnya kian bertambah.
Oleh karenanya, Suryadi mengimbau kepada masyarakat untuk sadar akan peduli terhadap lingkungan. Utamanya dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab.
"Kami juga tetap memberikan edukasi, serta berkolaborasi dengan para kepala desa. Termasuk mengakselerasi pengelolaan sampah di tingkat desa melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Bupati Bogor," pungkasnya. (cok)
Editor : Yosep Awaludin