RADAR BOGOR - Gagasan besar tentang masa depan energi kembali digaungkan oleh anggota DPR RI, Mulyadi, yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Inti Sinergi Formula.
Mulyadi, menilai inovasi bahan bakar alternatif bernama Bobibos tidak hanya relevan untuk Indonesia, tetapi berpotensi menjadi solusi global di tengah ancaman krisis energi.
Dalam penjelasannya di Graha Pena Radar Bogor, Mulyadi memandang Bobibos sebagai opsi energi yang melengkapi, bukan menggantikan secara ekstrem, bahan bakar fosil maupun listrik.
Menurutnya, kehadiran Bobibos asal Bogor ini memberikan pilihan tambahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi secara lebih fleksibel.
Lebih jauh, ia mengungkapkan, salah satu keunggulan utama Bobibos terletak pada biaya produksi yang lebih terjangkau.
Hal ini karena bahan bakunya berasal dari sumber nabati, khususnya limbah jerami hasil panen petani yang selama ini kerap dibakar dan dianggap tidak bernilai.
"Bobibos tentu lebih murah, karena berbasis nabati berbahan baku dari jerami limbah hasil panen para petani yang selama ini oleh para petani dibakar," jelas Mulyadi dalam wawancara ekslusif bersama Radar Bogor.
Ia menjelaskan, melalui proses riset dan pengembangan, limbah pertanian tersebut ternyata dapat diolah menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan.
Inovasi ini tidak hanya menjawab persoalan energi, tetapi juga memberikan nilai tambah pada sektor pertanian serta mengurangi praktik pembakaran limbah yang berdampak pada lingkungan.
Dengan pendekatan berbasis sumber daya lokal dan teknologi hasil kolaborasi dengan peneliti, Bobibos dinilai mampu menjadi bagian dari solusi berkelanjutan.
Baca Juga: REDMI A7 Pro Resmi Hadir, HP Murah Baterai 6000mAh dan Layar 120Hz untuk Gaya Hidup Aktif
Mulyadi pun optimistis bahwa inovasi ini dapat membuka jalan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar dalam peta energi dunia.
Kehadiran Bobibos sekaligus memperlihatkan bahwa limbah yang selama ini terabaikan dapat diubah menjadi sumber energi potensial, memperkuat narasi bahwa inovasi lokal mampu menjawab tantangan global. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim