RADAR BOGOR – Pemkab Bogor menyiapkan langkah strategis dalam pelestarian sejarah dengan merevitalisasi sejumlah cagar budaya dan situs peninggalan bersejarah pada 2026.
Program revitalisasi cagar budaya ini diharapkan memperkuat edukasi sejarah bagi masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya daerah.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengungkapkan bahwa melalui Dinas Kebudayaan, Pemkab Bogor tengah menggagas program revitalisasi terhadap beberapa cagar budaya yang tersebar di wilayahnya.
Baca Juga: Curhat Warga Bekasi yang jadi Korban Event Lari Gadungan, Sudah Booking Penginapan di Bogor
Ia menyebutkan, langkah awal revitalisasi akan difokuskan pada bangunan SDN Gunung Putri 2 yang telah memiliki nilai sejarah.
“Dinas Kebudayaan akan melakukan pembaruan pada sejumlah cagar budaya, dan tahap awal dimulai dari SDN Gunung Putri 2,” ujarnya, Jumat 3 April 2026.
Rudy Susmanto menjelaskan, pihaknya telah melakukan survei terhadap lokasi tersebut.
Baca Juga: Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan di Kabupaten Bogor, 4 Orang Diperiksa Inspektorat
Dalam rencana revitalisasi, akan dibangun ruang kelas baru agar bangunan lama yang memiliki nilai historis dapat dialihfungsikan tanpa menghilangkan nilai cagar budayanya.
Menurutnya, setelah direvitalisasi, bangunan tersebut akan dimanfaatkan sebagai fasilitas pendukung pendidikan seperti perpustakaan atau ruang kantor yang terintegrasi dengan lingkungan sekolah.
“Bangunan lama tetap dipertahankan dan akan difungsikan sebagai ruang edukatif, sehingga siswa maupun masyarakat bisa mengaksesnya secara langsung,” jelasnya.
Baca Juga: Korban Dugaan Penipuan Event Lari Datangi Kantor Pusdikzi Bogor, Kerugian Ditaksir Rp200 Jutaan
Selain revitalisasi fisik, Pemkab Bogor juga berencana melengkapi informasi sejarah di berbagai situs dan cagar budaya.
Hal ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih akurat dan berbasis ilmiah.
Rudy menegaskan pentingnya penyajian informasi sejarah yang jelas agar tidak menimbulkan interpretasi yang keliru di tengah masyarakat.
“Kami ingin setiap situs memiliki penjelasan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis, sehingga generasi mendatang bisa memahami sejarah dengan benar,” terangnya.
Dengan adanya program ini, diharapkan pengunjung tidak hanya datang untuk berwisata, tetapi juga memperoleh pengetahuan baru mengenai sejarah dan budaya Kabupaten Bogor.
“Jangan sampai masyarakat datang tanpa mendapatkan informasi yang jelas. Ke depan, semua akan disajikan secara terstruktur dan ilmiah,” pungkasnya. (abl)
Editor : Yosep Awaludin